Australia Alokasikan Rp145 Miliar untuk Pendidikan Bahasa Indonesia, Anggota Parlemen Kutip Slogan ‘Oke Gas’

- Minggu, 07 Juni 2026 | 16:00 WIB
Australia Alokasikan Rp145 Miliar untuk Pendidikan Bahasa Indonesia, Anggota Parlemen Kutip Slogan ‘Oke Gas’

Anggota parlemen Australia, Tim Watts, mengumumkan bahwa pemerintah federal yang dipimpin Perdana Menteri Anthony Albanese telah menambah alokasi anggaran untuk pendidikan bahasa Indonesia. Dalam pernyataannya, Watts bahkan menyelipkan frasa “Oke gas” yang identik dengan Presiden Prabowo Subianto selama masa kampanye Pemilu 2024.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Minggu (7/6/2026), Watts menuliskan bahwa pemerintah telah menyepakati anggaran sebesar 11,4 juta dolar Australia atau setara sekitar Rp145 miliar untuk pengajaran bahasa Indonesia. Jumlah tersebut merupakan bagian dari paket pendanaan senilai 33,2 juta dolar Australia yang dialokasikan untuk mendukung implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia.

“Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia dan tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia untuk dipahami selain Indonesia. Tanpa intervensi, pengajaran Bahasa Indonesia di Australia akan punah pada masa jabatan Parlemen berikutnya,” tulis Watts dalam unggahannya.

Sementara itu, dalam sebuah video yang turut diunggah, Watts mengutip pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat berpidato di parlemen Australia pada 2020. Ia juga menggunakan slogan “Oke gas” yang lekat dengan Prabowo Subianto untuk menekankan semangat baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Seperti yang disampaikan Presiden Indonesia sebelumnya, Jokowi, di tempat ini pada 2020, ‘Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia’, dan tahun ini pendanaan federal telah menyatakan ‘Oke gas’ atau ‘Let’s Go’ untuk meningkatkan hubungan dengan tetangga dan teman kita, Indonesia,” ucap Watts dalam video tersebut.

Watts menegaskan bahwa hubungan Australia dan Indonesia telah memasuki babak baru. Menurutnya, warga Australia perlu memahami Indonesia secara lebih mendalam, salah satunya melalui penguasaan bahasa Indonesia.

“Sudah jelas tak ada mitra yang harus lebih dipahami Australia dibanding Indonesia dan itulah mengapa anggaran pemerintahan Albanese tahun ini telah mengalokasikan 33,2 juta dolar Australia untuk mendukung implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia. Termasuk 11,4 juta dolar Australia untuk meningkatkan pendidikan bahasa Indonesia, dan 3,4 juta dolar Australia untuk membangun Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia,” jelasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar