Malam itu, di sela-silahturahmi dengan para awak media, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membeberkan rencana besarnya. Ada 20 program strategis Kemenpora yang ditargetkan tuntas pada 2026, sebuah peta jalan yang cukup ambisius untuk kepemudaan dan dunia olahraga nasional.
Rangkaian program itu, menurut paparannya, mencakup banyak hal. Mulai dari pembinaan generasi muda, upaya konkret meningkatkan prestasi atlet, sampai yang cukup menyita perhatian: skema dana pensiun untuk para atlet.
Di sisi lain, untuk kalangan muda, Kemenpora menyiapkan beberapa agenda baru. Salah satunya adalah "Youth Camp", sebuah program yang rencananya akan mengonsolidasikan semua agenda kepemudaan yang sudah ada. Nantinya, program ini akan disinergikan langsung dengan pemerintah daerah.
Tak cuma itu. Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, akan digelar "Indonesia Youth Summits". Wadah bagi anak muda untuk berkumpul dan berdiskusi. Kemenpora juga menyiapkan lomba debat dan pidato, sebagai sarana bagi mereka menuangkan gagasan tentang masa depan bangsa.
Begitu penjelasan Erick Thohir, seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenpora, Rabu (25/2/2026).
Lalu, bagaimana dengan sektor olahraga? Targetnya jelas: prestasi di ajang bergengsi seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Namun begitu, ada satu hal yang tak kalah penting dan sedang digodok: formulasi dana pensiun atlet. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap penyusunan, mencari formula penyaluran terbaik yang bisa diimplementasikan.
Artikel Terkait
Manchester United Incar Elliot Anderson untuk Perkuat Lini Tengah
Yuran dan Tavares Siap Tinggalkan Kenangan demi Kemenangan di Duel Panas PSM vs Persebaya
Infantino Tegaskan Piala Dunia 2026 di Meksiko Tetap Aman Meski Ada Gelombang Kekerasan
PSM Makassar Hadapi Persebaya dalam Duel Penuh Muatan Taktik dan Emosional