Erick Thohir Beberkan 20 Program Strategis Kemenpora, Target Tuntas 2026

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:35 WIB
Erick Thohir Beberkan 20 Program Strategis Kemenpora, Target Tuntas 2026

Malam itu, di sela-silahturahmi dengan para awak media, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membeberkan rencana besarnya. Ada 20 program strategis Kemenpora yang ditargetkan tuntas pada 2026, sebuah peta jalan yang cukup ambisius untuk kepemudaan dan dunia olahraga nasional.

Rangkaian program itu, menurut paparannya, mencakup banyak hal. Mulai dari pembinaan generasi muda, upaya konkret meningkatkan prestasi atlet, sampai yang cukup menyita perhatian: skema dana pensiun untuk para atlet.

Di sisi lain, untuk kalangan muda, Kemenpora menyiapkan beberapa agenda baru. Salah satunya adalah "Youth Camp", sebuah program yang rencananya akan mengonsolidasikan semua agenda kepemudaan yang sudah ada. Nantinya, program ini akan disinergikan langsung dengan pemerintah daerah.

Tak cuma itu. Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, akan digelar "Indonesia Youth Summits". Wadah bagi anak muda untuk berkumpul dan berdiskusi. Kemenpora juga menyiapkan lomba debat dan pidato, sebagai sarana bagi mereka menuangkan gagasan tentang masa depan bangsa.

“Untuk program kepemudaan kita ingin fokus menjalankan program yang sesuai dengan kondisi anak muda. Seperti Youth Camp, Indonesia Youth Summits hingga lomba debat dan pidato untuk anak muda,”

Begitu penjelasan Erick Thohir, seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenpora, Rabu (25/2/2026).

Lalu, bagaimana dengan sektor olahraga? Targetnya jelas: prestasi di ajang bergengsi seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Namun begitu, ada satu hal yang tak kalah penting dan sedang digodok: formulasi dana pensiun atlet. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap penyusunan, mencari formula penyaluran terbaik yang bisa diimplementasikan.

Untuk memperkuat ekosistem, Kemenpora tak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai kementerian terus digalang. Kerja sama itu melibatkan Kemendagri, Kementerian UMKM, Kemenpar, hingga Kemendikdasmen. Menurut Erick, kemajuan dari kolaborasi ini sudah ada di depan mata.

“Alhamdulillah kerjasama kita dengan kementerian lain seperti dengan Kemendagri, Kementrian UMKM sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang akan menindak lanjuti terkait pengelolaan aset-aset olahraga di daerah, dan akan dibentuk satgas. Bahkan dengan Kemenpar sendiri Alhamdulillah kita sudah diberikan 9 job desk,”

ujarnya.

Kerja sama dengan Kemendikdasmen, lanjutnya, juga sudah menemui titik terang. Sudah ada kesepakatan untuk mengimplementasikan 21 cabang olahraga dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di tingkat pendidikan, dari SD sampai SMA.

“Untuk yang SMA nantinya akan diberikan pilihan menjalankan cabor Mother of Sport (renang, atletik, senam). Itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,”

pungkas Menteri.

Secara garis besar, 20 program Kemenpora 2026 ini memang terasa seperti langkah strategis. Fokusnya ganda: membina bibit usia dini sekaligus memastikan kesejahteraan atlet lewat skema pensiun. Dua hal yang, jika berjalan beriringan, bisa memberi fondasi lebih kokoh untuk masa depan olahraga dan kepemudaan Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar