Usai Bantu Evakuasi Longsor, Dedi Mulyadi Dikritik. Ini Tanggapannya
Suasana genting di lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat, Sabtu lalu, sempat diwarnai teriakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia berulang kali memanggil petugas, meminta sebuah linggis. Aksi langsungnya turun ke lokasi bencana yang menelan korban jiwa itu awalnya dianggap bentuk kepedulian. Tapi, belakangan justru menuai kritik dari sejumlah pemuda.
Menurut mereka, kehadiran sang gubernur malah mempersulit. Akses menuju titik evakuasi dipadati warga yang ingin melihatnya. Bahkan, saat proses pencarian, sempat terdengar jeritan warga yang menemukan dua korban.
"Ini ada satu, tolong, tolong!"
"Ada dua korban!"
Petugas gabungan pun langsung bergerak. Korban yang terjepit antara batu dan pohon itu akhirnya berhasil ditarik ke atas, lalu dibawa ambulans. Dedi Mulyadi menggambarkan, salah satu korban sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, sebelum akhirnya tertimpa material longsor. "Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit," ujarnya.
Namun begitu, kritikan mengalir. Para pemuda menilai tugas fisik seperti menarik korban seharusnya dilakukan Tim SAR, BPBD, atau relawan. Bukan tugas gubernur. Kehadirannya dianggap lebih banyak menarik perhatian dan penonton, alih-alih memperlancar operasi.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi justru angkat bicara dengan sikap yang tak terduga. Bukannya marah, ia malah berterima kasih.
"Saya ucapkan terima kasih ya kepada pemuda yang mengkritik saya bahwa gubernur gak usah ikut narik atau ngangkat korban longsor di Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, karena itu bukan gubernur,"
Di sisi lain, ia punya alasan sendiri. Bukan soal pencitraan, katanya, tapi lebih pada empati. Baginya, kehadiran seorang pemimpin di tengah kesulitan bisa memberikan semangat tersendiri.
"Terkadang kehadiran pemimpin di tengah mereka (korban dan petugas) membawa spirit. Mereka cukup bahagia, ketika saya hadir di sampingnya,"
Begitulah. Di balik keriuhan dan kritik, sang gubernur memilih melihatnya sebagai masukan. Sementara, bagi warga yang tertimpa musibah, mungkin yang terpenting adalah rasa bahwa mereka tidak sendirian.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Niat Main ke Tetangga, Bocah 4 Tahun Tewas dalam Karung Putih