Sebuah papan nama di Jalan Adhyaksa Baru, Makassar, selalu berhasil menarik perhatian. Namanya? Klinik Lacasino. Sekilas, nama itu terdengar seperti tempat judi. Tapi jangan salah paham dulu.
Di balik nama yang unik itu, tersimpan cerita yang jauh dari gemerlap kasino. Ini adalah kisah tentang cinta keluarga dan warisan seorang tokoh besar Sulawesi Selatan, almarhum dr. Farid Husain. Klinik ini adalah salah satu peninggalan berharganya.
Bagi yang belum tahu, dr. Farid Husain bukan dokter biasa. Beliau pernah menjabat sebagai Dirjen Bina Pelayanan Medik Kemenkes RI. Namanya juga tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh yang mendampingi Jusuf Kalla dalam perundingan damai RI-GAM di Helsinki, 2005 silam.
Bukan Kasino, Tapi Akronim Cinta
Lacasino ternyata sama sekali bukan kata serapan. Nama itu justru punya makna yang sangat personal. Ini adalah akronim yang dibuat dari nama panggilan keempat anak dr. Farid Husain dan almarhumah istrinya, Ratna Sudarman.
Dari Langgo (Fahriansjah), Cappo (Fahrulsjah), Silong (Fadlyansyah), hingga si bungsu Nona (Faradillah). Keempat huruf depan nama panggilan mereka disusun menjadi "Lacasino".
Dan menariknya, keempat anaknya itu kini semuanya berprofesi sebagai dokter, mengikuti jejak sang ayah.
Visi yang Tetap Hidup
Klinik ini didirikan pada 2007 dengan satu niat tulus. Menurut dr. Silong Fadlyansyah Farid, saat itu klinik kesehatan di Makassar masih terbatas. Ayahnya ingin memberikan layanan kesehatan yang baik, layak, dan profesional bagi masyarakat.
"Keinginan beliau sederhana, membantu kesejahteraan warga Makassar," ujar Silong, yang kini sedang menempuh pendidikan S3 di Hiroshima, Jepang.
Meski sang pendiri telah wafat pada 23 Maret 2021, semangatnya tak ikut padam. Kini, Klinik Lacasino dikelola langsung oleh dr. Nona, yang juga seorang Magister Administrasi Rumah Sakit. Dua kakaknya, Langgo dan Cappo, fokus berkarier di rumah sakit.
Dari Makassar Merambah ke Gowa
Kini, klinik ini telah berkembang pesat. Layanannya komprehensif. Tak hanya melayani pasien umum, mereka juga jadi mitra BPJS Kesehatan dengan dokter umum dan dokter gigi.
Fasilitasnya lengkap. Mulai dari vaksinasi meningitis, influenza, polio, layanan khitan, hingga laboratorium. Untuk memastikan ketersediaan obat, mereka bermitra dengan Kimia Farma.
Ekspansi pun dilakukan. Kini, jejaring klinik ini sudah hadir di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, dengan nama Klinik Biodika Lacasino.
Bagi warga Makassar, Lacasino kini lebih dari sekadar klinik berlabel nama unik. Tempat ini adalah monumen hidup, bukti dedikasi seorang dr. Farid Husain yang tak hanya peduli pada perdamaian bangsa, tapi juga pada kesehatan masyarakat kotanya.
Artikel Terkait
Ghost in the Cell Dirilis di 86 Negara, Joko Anwar Angkat Horor Penjara dengan Kritik Sosial
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa