Bulan Ramadan membawa perubahan pada cara Polda Metro Jaya mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta. Pendekatannya jadi berbeda, lebih menekankan pada pendekatan yang humanis dan religius. Personel di lapangan tampil dengan penampilan baru yang lebih santun.
Alih-alih barikade dan perlengkapan yang terkesan keras, polisi laki-laki kini mengenakan peci dan syal. Sementara rekan mereka yang perempuan memakai jilbab. Bahkan, ada tim khusus yang dilibatkan: tim shalawat. Mereka ini yang berada di garda terdepan, bertugas sebagai negosiator.
Menurut sejumlah saksi, tugas tim ini adalah berdialog secara persuasif. Atmosfer yang diciptakan diharapkan lebih tenang dan dialogis antara aparat dengan massa. Ini semua tak lepas dari instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri. Beliau ingin mengedepankan perlindungan dan penghormatan tinggi terhadap HAM dalam setiap kegiatan.
Artikel Terkait
Tips Sukses Dapatkan Tiket Mudik Gratis 2026
AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 148 Awak Hilang
Kapolri Ajak Masyarakat Jabar Kompak Dukung Program Pemerintah Hadapi Tantangan Global
Grab Salurkan Bonus Lebaran Rp 100 Miliar untuk Driver, Tertinggi Rp1,6 Juta