Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak

- Jumat, 09 Januari 2026 | 05:06 WIB
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak

Kabupaten Aceh Timur kembali digenangi air. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Rabu malam lalu memicu banjir susulan, memperluas wilayah terdampak dengan cepat. Tak tanggung-tanggung, 44 desa di sepuluh kecamatan kini terendam.

Afifullah, Pelaksana Tugas Kepala BPBD setempat, mengonfirmasi perluasan ini. Awalnya hanya lima kecamatan, namun dalam hitungan jam bertambah menjadi sepuluh.

"Banjir susulan ini akibat hujan dengan intensitas tinggi. Sejumlah gampong kembali tergenang, bahkan debit airnya naik cukup signifikan," ujarnya, Jumat (9/1).

Daerah yang paling merasakan dampaknya antara lain Simpang Ulim, Pante Bidari, hingga Rantau Selamat. Daftarnya panjang, mencerminkan betapa luasnya persebaran banjir kali ini.

Berdasarkan data sementara, korban terdampak mencapai lebih dari lima ribu jiwa. Mayoritas, sekitar 4.902 orang, memilih bertahan di rumah mereka meski air mulai merendam. Namun begitu, tak semua bisa bertahan di tempat.

"Sedangkan 130 jiwa dari 40 keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka tersebar di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan," jelas Afifullah.

Kabar baiknya, hingga laporan ini dibuat belum ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan. Itu satu hal yang patut disyukuri di tengah kesulitan ini.

Meski begitu, kewaspadaan harus tetap tinggi. Afifullah mengimbau warga, khususnya di daerah rawan, untuk siaga penuh.

"Ikuti arahan petugas di lapangan. Jika air terus naik, jangan ragu untuk segera mengungsi," pesannya.

Di sisi lain, angka-angka yang ada masih bersifat dinamis. Tim di lapangan terus mendata dan memperbarui informasi seiring perkembangan kondisi.

"Data bencana banjir susulan terus kami perbarui. Harapan kami, air cepat surut dan keadaan segera membaik. Waspadai selalu kemungkinan banjir susulan," tandas Afifullah.

Langit masih kelabu, ancaman belum sepenuhnya berlalu. Warga Aceh Timur sekali lagi harus berjibaku dengan luapan air, menunggu dengan harap-harap cemas kapan banjir ini benar-benar reda.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar