Kabupaten Aceh Timur kembali digenangi air. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Rabu malam lalu memicu banjir susulan, memperluas wilayah terdampak dengan cepat. Tak tanggung-tanggung, 44 desa di sepuluh kecamatan kini terendam.
Afifullah, Pelaksana Tugas Kepala BPBD setempat, mengonfirmasi perluasan ini. Awalnya hanya lima kecamatan, namun dalam hitungan jam bertambah menjadi sepuluh.
Daerah yang paling merasakan dampaknya antara lain Simpang Ulim, Pante Bidari, hingga Rantau Selamat. Daftarnya panjang, mencerminkan betapa luasnya persebaran banjir kali ini.
Berdasarkan data sementara, korban terdampak mencapai lebih dari lima ribu jiwa. Mayoritas, sekitar 4.902 orang, memilih bertahan di rumah mereka meski air mulai merendam. Namun begitu, tak semua bisa bertahan di tempat.
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru