Indonesia Siapkan Pasukan Perdamaian dengan Komando Jenderal Tiga Bintang untuk Gaza

- Senin, 24 November 2025 | 17:42 WIB
Indonesia Siapkan Pasukan Perdamaian dengan Komando Jenderal Tiga Bintang untuk Gaza
Kesiapan Pasukan Perdamaian Indonesia untuk Gaza

Jakarta - Pemerintah Indonesia benar-benar serius. Mereka sudah memastikan kesiapan pengiriman pasukan perdamaian yang akan ditugaskan di Gaza, Palestina. Ini bukan lagi wacana.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, komitmen itu langsung diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Persiapan sudah dimulai.

"Kami telah menerima perintah persiapan dari Bapak Presiden untuk mempersiapkan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jadi kita akan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Sjafrie.

Pernyataan itu disampaikannya usai rapat bersama Komisi I DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (24/11).

Ia menambahkan, meski secara substansi pasukan dipersiapkan oleh Panglima TNI, penugasannya punya spesifikasi khusus. Fokusnya pada hal-hal yang mendesak.

"Spesifikasi penugasan akan kita berdayakan untuk kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan dan juga rehabilitasi dari konstruksi-konstruksi yang telah mengalami kerusakan," tambah dia.

Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tampak sangat detail menjelaskan komposisi pasukan. Bahkan, komandannya nanti adalah seorang jenderal bintang tiga. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Indonesia pada misi ini.

"Rencana nanti dipimpin oleh Jenderal Bintang 3. Kemudian di bawahnya ada tiga brigade, tiga Brigade Komposit," jelas Agus di lokasi yang sama.

Strukturnya cukup kompleks. Di bawah Brigade Komposit, terdapat beberapa batalyon dengan fungsi berbeda-beda.

"Nanti di bawah Brigade Komposit itu terdiri dari: satu Batalyon Kesehatan, satu Batalyon Zeni Konstruksi, kemudian Batalyon Bantuan, dan ada lagi Bantuan Mekanis," urainya.

Tak cuma personel, kekuatan pendukung juga disiapkan. Mereka akan membawa helikopter, pesawat angkut berat C-130 Hercules, dan dua Kapal Rumah Sakit dari Angkatan Laut yang sudah dilengkapi dengan helikopter di dalamnya. Kekuatan logistik dan medis jadi prioritas.

Soal perekrutan, Agus menyebut ada beberapa tahap seleksi ketat. "Untuk rekrutmen pasukan, yang pertama adalah tes kesehatan. Tentunya memiliki kesehatan yang baik, kemudian juga fisik yang baik, psikologi juga," katanya.

Namun begitu, sebelum pasukan utama berangkat, akan ada tim pendahulu yang dikirim lebih dulu. Tujuannya untuk memastikan situasi di lapangan benar-benar aman dan siap.

"Kemudian, apabila sudah ada kejelasan, kita akan kirim personel Reccie (tim aju/pendahulu) ke sana, untuk pendahulu, untuk memastikan situasi kondisi di sana dan penempatan pasukan di sana," ucap dia.

Sampai saat ini, meski persiapan teknis sudah berjalan, belum ada kejelasan mengenai tanggal pasti pemberangkatan. Semuanya masih menunggu perkembangan situasi dan koordinasi lebih lanjut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar