BURIRAM – Jelang seri pembuka di Thailand, suara Marc Marquez terdengar waspada. Bukan soal sirkuit atau rival, tapi tentang kondisi tubuhnya sendiri. Pembalap Ducati Lenovo itu blak-blakan mengungkap bahwa tantangan terberatnya kini adalah cedera, bukan usia yang terus bertambah.
MotoGP Thailand 2026 digelar akhir Februari ini. Marquez datang dengan dua label: juara bertahan dan seorang petarung yang baru bangkit dari pemulihan panjang. Musim 2025 lalu harus ia akhisi prematur setelah insiden di Indonesia memaksanya menjalani rehabilitasi intensif.
Bagi Marquez, bertambah tua itu hal biasa. Yang luar biasa adalah bagaimana cedera-cedera itu menumpuk dan mempengaruhi segalanya.
“Bagi saya, bukan bertambah tua yang membuat semakin sulit,” tegasnya.
“Tapi cedera yang membuat semakin sulit. Bukan karena usia.”
Dia merasa pikiran dan semangatnya masih sama seperti dulu. Masih haus balapan. Masih ingin menang. “Pada akhirnya, saya merasa masih muda secara mental,” tambahnya. Namun, tubuh punya cerita sendiri. Proses pemulihan kini tak lagi sesederhana dulu. Setiap cedera meninggalkan bekas, dan tubuh butuh waktu lebih lama untuk kembali ke puncak.
Artikel Terkait
Persebaya Menang Tipis Atas PSM, Tavares Soroti Akurasi Tembakan yang Masih Bermasalah
Real Madrid Incar Wirtz, Liverpool Dikaitkan dengan Jude Bellingham
Juventus Incar Alisson Becker untuk Perkuat Gawang
Bernardo Tavares Ungkap Kerinduan pada PSM Usai Persebaya Menang Tipis