Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini berlangsung dengan khidmat dan tertib. Presiden Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai inspektur upacara, secara langsung menyampaikan apresiasinya atas jalannya acara yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026).
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang diikuti dengan hening cipta. Suasana sakral kemudian berlanjut dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Ahmad Muzani, serta pembacaan naskah Undang-Undang Dasar 1945 oleh Ketua DPD Sultan Bahtiar Najamuddin. Setelah itu, Presiden Prabowo menyampaikan amanatnya di hadapan para peserta upacara, sebelum acara resmi ditutup kembali dengan alunan lagu "Indonesia Raya".
Usai menerima laporan dari komandan upacara, Presiden Prabowo menilai keseluruhan prosesi berjalan dengan baik. Kepala Negara kemudian memerintahkan komandan upacara untuk menghadap guna memberikan penghargaan secara langsung. "Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang baik, komandan upacara menghadap saya," ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Komandan upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang ke-80 ini adalah Kolonel Infanteri Didin Nasrudin Darsono. Pria kelahiran Sidoarjo, 5 Juli 1979, itu merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Teritorial Korem 163/Wirasatya Bali.
Sementara itu, peringatan tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema tersebut dimaksudkan sebagai pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian global. Dalam peringatan bersejarah ini, logo resmi yang digunakan adalah lambang negara Garuda Pancasila.
Artikel Terkait
Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Ilegal yang Hambat Transformasi Ekonomi
KPK Segera Tahan Dua Tersangka Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp622 Miliar
IRGC Klaim Hancurkan Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Serangan di Iran
Menteri Fadli Zon Tegaskan Borobudur Bukan Sekadar Monumen, Melainkan Tempat Suci Umat Buddha