Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global

- Kamis, 26 Februari 2026 | 20:15 WIB
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global

Di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis sore lalu, suasana buka puasa bersama terasa hangat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo duduk berdampingan dengan perwakilan ormas, OKP, mahasiswa, dan masyarakat sipil. Acara yang penuh kekeluargaan itu ternyata juga menjadi momen penting bagi Sigit untuk menyampaikan pesan mendesak: jaga persatuan.

Menurut Sigit, nilai persatuan dan kesatuan bukan sekadar slogan. Itu adalah kunci utama. Tanpanya, mustahil mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah yang sedang berjalan.

"Tentunya kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan. Tujuannya jelas, mendukung program pemerintah dalam rangka mewujudkan Asta Cita,"

ujar Sigit di lokasi.

Ia tak menampik bahwa situasi global saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dinamika yang terjadi di luar negeri, menurutnya, berpotensi besar berdampak ke dalam negeri. Karena itulah, solidaritas nasional menjadi barang wajib.

"Artinya kita tentunya harus terus bersiap menghadapi implikasi dari dampak global. Dan tentunya, kita butuh persatuan dan kesatuan,"

tegasnya.

Di sisi lain, Sigit ingin meyakinkan semua pihak. Institusi Polri, katanya, tetap akan memberikan ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyalurkan aspirasi. Itu adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi yang kita junjung.

Namun begitu, ada batasannya. Ia mengingatkan bahwa pada titik tertentu, semua elemen bangsa harus kompak.

"Kita bersama-sama harus bersatu, bahu-membahu. Tujuannya agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik. Soalnya, stabilitas kamtibmas itu modal utama, prasyarat mutlak untuk pembangunan,"

paparnya lebih lanjut.

Pelayanan terbaik untuk generasi penerus bangsa akan terus diberikan oleh Polri. Sigit bahkan menegaskan bahwa Korps Bhayangkara selalu terbuka terhadap kritik. Mereka tak alergi dengan evaluasi.

"Polri siap untuk selalu dievaluasi dan dikritik. Ini penting agar kami bisa mengantarkan Polri sesuai mandat reformasi, menjadi civilian police yang dekat dan dicintai masyarakat,"

tutur Sigit.

Pada akhirnya, semua bermuara pada satu visi besar. Dengan iklim demokrasi yang terjaga dan situasi kamtibmas yang sehat, Sigit yakin jalan menuju Indonesia Emas 2045 akan lebih terbuka.

"Oleh karena itu, saya titip agar institusi ini terus dijaga dan dirawat. Dengan begitu, kita bersama-sama bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa itu,"

demikian ia menutup pernyataannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar