Pertumbuhan Ekonomi Bone Diprediksi Tembus 8 Persen, Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir

- Jumat, 05 Juni 2026 | 08:00 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Bone Diprediksi Tembus 8 Persen, Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir

Kabar positif datang dari Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, yang akrab disapa BerAmal. Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut diprediksi melesat hingga mendekati angka delapan persen, sebuah pencapaian yang dinilai sebagai kado istimewa di usia ke-48 tahun sang bupati yang genap berusia pada 4 Juni 2026.

Capaian ini menjadi yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Bone pada tahun 2024 tercatat sebesar 5,4 persen, lalu meningkat menjadi 6,03 persen pada tahun 2025. Memasuki tahun 2026, proyeksi ekonomi daerah itu berada di kisaran 7,8 hingga 8 persen, menandakan akselerasi yang signifikan.

Lonjakan tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor. Selain pertanian yang tetap menjadi tulang punggung perekonomian, perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah turut memberikan dampak besar terhadap kelancaran distribusi barang dan jasa, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, konektivitas antarwilayah, serta berbagai fasilitas penunjang ekonomi dinilai mampu mendorong produktivitas masyarakat dan menarik minat investasi ke Kabupaten Bone. Iklim usaha yang semakin kondusif juga menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi.

Di sisi lain, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berbagai program pemberdayaan dan pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah telah mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus memperkuat daya saing UMKM yang sudah ada. Kehadiran UMKM menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dari sektor primer, Kabupaten Bone juga mencatat perkembangan yang sangat positif. Produksi pertanian dan perkebunan terus meningkat seiring dukungan program pemerintah dalam peningkatan produktivitas lahan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan infrastruktur pertanian. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Bone terus menunjukkan kontribusi besarnya terhadap ketahanan pangan daerah dan nasional.

Begitu pula dengan sektor perikanan dan peternakan yang mengalami peningkatan produksi. Aktivitas budidaya dan penangkapan ikan semakin berkembang, sementara sektor peternakan terus menunjukkan pertumbuhan yang ditandai dengan meningkatnya populasi dan produksi ternak. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, pelaku usaha, hingga jajaran pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Bone terus membaik. Infrastruktur kita genjot, iklim usaha semakin kondusif, UMKM terus bertumbuh, dan produksi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta peternakan juga semakin meningkat. Ini menjadi modal besar bagi Bone untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Bupati, Jumat (5/6/2026).

Sementara itu, akademisi Mardi menilai capaian pertumbuhan ekonomi yang terus melejit menunjukkan bahwa Kabupaten Bone sedang berada dalam fase akselerasi pembangunan. Menurutnya, pertumbuhan yang berada di atas rata-rata provinsi dan nasional tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, perbaikan infrastruktur, serta penguatan sektor-sektor produktif yang menjadi basis ekonomi Bone.

“Jika tren ini mampu dipertahankan hingga triwulan berikutnya, maka target pertumbuhan ekonomi Bone di kisaran 7 hingga 8 persen sangat realistis. Yang menarik, pertumbuhan ini ditopang oleh sektor riil seperti pertanian, perdagangan, UMKM, perikanan, dan peternakan sehingga manfaatnya lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata dosen STAI Al Gazali tersebut.

Apresiasi juga datang dari Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone, H. Muslimin. Ia menilai angka 7,84 persen hingga 8 persen menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Bone yang tahun ini diproyeksi di angka 7 sampai 8 persen pada Triwulan I 2026. Ini merupakan prestasi yang patut disyukuri karena berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Ke depan, kami berharap pertumbuhan ekonomi ini semakin berkualitas dan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Ia menambahkan, DPRD akan terus mendukung program-program strategis yang berorientasi pada penguatan sektor pertanian, pengembangan UMKM, peningkatan investasi, serta pembangunan infrastruktur yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags