Menteri Luar Negeri Iran Peringatkan Serangan ke Lebanon Bisa Picu Perang Terbuka Lawan AS dan Israel

- Kamis, 04 Juni 2026 | 04:30 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Peringatkan Serangan ke Lebanon Bisa Picu Perang Terbuka Lawan AS dan Israel

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras bahwa serangan militer terhadap wilayah Lebanon berpotensi memicu kembali perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu menegaskan bahwa stabilitas di Timur Tengah tidak dapat dipisahkan dari situasi keamanan di Lebanon.

“Nasib perang antara Iran dan zionis (Israel) dan Amerika tidak dapat dipisahkan dari nasib pertempuran di Lebanon, dan kedua front ini telah saling terkait sejak hari pertama,” ujar Araghchi dalam pernyataannya, Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Araghchi menegaskan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah harus mencakup penghentian serangan terhadap Lebanon. Ia menyatakan bahwa militer Iran telah siap berperang melawan AS dan Israel apabila koalisi kedua negara itu terus melancarkan agresi ke Lebanon.

“Setiap serangan terhadap Beirut akan memiliki konsekuensi serius dan akan menyebabkan dimulainya kembali perang skala penuh,” katanya.

Menurut Araghchi, satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang di Lebanon adalah dengan menarik seluruh pasukan Israel dari wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa berakhirnya pertempuran harus diiringi dengan penghentian pendudukan.

“Berakhirnya perang di Lebanon juga berarti berakhirnya pendudukan. Artinya, berakhirnya perang harus disertai dengan penarikan pasukan rezim Zionis dari wilayah yang telah mereka duduki,” tambahnya.

Peringatan ini muncul di tengah perkembangan diplomatik yang berlangsung di Washington. Para diplomat dari Israel dan Lebanon dijadwalkan menggelar pembicaraan langsung untuk hari kedua, sebagai bagian dari putaran keempat negosiasi sejak pertempuran di Lebanon pecah.

Konflik tersebut bermula ketika Hizbullah melancarkan serangan roket ke Israel sebagai respons atas pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran. Situasi di kawasan pun kian memanas, dan pernyataan Araghchi menjadi sinyal bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika Lebanon kembali menjadi sasaran serangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar