Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp

- Jumat, 27 Februari 2026 | 00:40 WIB
Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp

Seorang siswi SMP berumur 15 tahun dari Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi korban sebuah aksi keji. Ia dibawa kabur oleh seorang pria yang baru dikenalnya lewat grup WhatsApp. Selama dua minggu, gadis itu disekap dan menjadi korban pencabulan.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, kejadian bermula pada Rabu, 11 Februari 2026. Pelaku mendatangi sekolah korban di Bantaeng. Dengan licin, dia mengaku sebagai sepupu si korban. Awalnya, dia bilang tujuan mereka adalah Sinjai. Tapi nyatanya, korban justru dibawa ke Makassar, jauh dari rumahnya.

Polisi akhirnya bergerak. Setelah melakukan penyelidikan, mereka berhasil menangkap pelaku di sebuah kamar kos di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar. Penangkapan itu terjadi pada Rabu, 25 Februari.

Wadantim Resmob Polda Sulsel, Aipda Wawan Ganam, memberikan konfirmasinya ke wartawan sehari setelah penangkapan.

"Yang kami amankan ini terkait kasus membawa lari anak di bawah umur. Pelaku berusia 23 tahun sedangkan korban berusia 15 tahun," jelas Wawan, Kamis (26/2).

Dia melanjutkan, hubungan mereka berawal dari pertemanan di dunia maya. Mereka berkenalan di sebuah grup WhatsApp. Dari sana, pelaku mulai merancang tipu dayanya.

Di Makassar, korban langsung dibawa ke tempat kos pelaku. Selama dua pekan itulah, dalam ruangan sempit itu, segala kekerasan terjadi. Dari pemeriksaan yang dilakukan, korban mengungkapkan penderitaan yang dialaminya.

"Setelah kami lakukan interogasi, korban mengakui bahwa saja terjadi kekerasan seksual," pungkas Wawan, menegaskan dugaan tindak pidana pencabulan yang menimpa korban.

Kasus ini kembali menyoroti bahaya pertemanan di ruang digital, terutama bagi anak-anak yang masih sangat rentan. Modusnya klasik, tapi tetap saja berhasil menjerat korban.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar