Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan strategi baru untuk menekan angka stunting di provinsi tersebut. Program ini akan difokuskan pada pencegahan sejak masa kehamilan melalui pendampingan intensif kepada ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan gizi.
Hal itu disampaikan Dedi usai menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (16/7). Menurutnya, penanganan stunting tidak boleh menunggu hingga anak dilahirkan. Intervensi harus dilakukan sejak awal kehamilan agar kondisi ibu dan janin dapat terjaga.
"Yang kedua, kita juga berfokus menyelesaikan stunting. Saya sudah punya konsep, saya tadi sudah tanya Kadinkes untuk membuat sebuah perencanaan kerja potensi. Jadi stunting itu ditangani sejak kehamilan," kata Dedi.
Ia menjelaskan, ibu hamil yang terdeteksi berpotensi mengalami kekurangan gizi akan segera mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan, khususnya bidan. "Karena ditangani sejak kehamilan, maka orang yang mengalami kehamilan dan berpotensi kekurangan gizi ketika sedang hamil, itu yang segera akan kita tangani," ujarnya.
Dalam skema tersebut, bidan yang melakukan pemeriksaan akan menyusun resep kebutuhan ibu hamil selama sembilan bulan. Resep itu mencakup vitamin, nutrisi, makanan, hingga susu yang diperlukan. "Polanya adalah nanti bidan yang memeriksa bahwa ini berpotensi kehamilan bisa langsung menulis resep. Resepnya kebutuhan selama sembilan bulan, nanti kebutuhan vitaminnya apa, nutrisinya apa, makanannya apa, susunya apa. Ini akan menjadi fokus kita," katanya.
Dedi menegaskan langkah tersebut diambil karena penanganan stunting setelah bayi lahir dinilai jauh lebih kompleks. "Penanganan stunting ketika sudah dilahirkan itu sangat berat, karena problem stunting itu bukan persoalan hanya kekurangan asupan gizi, tetapi anak-anak itu sulit menyerap gizi dan protein ketika sudah terlahir," ucapnya.
Melalui pendekatan pencegahan sejak masa kehamilan, Pemprov Jawa Barat berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Selain penanganan stunting, Dedi menyebut pemerintah provinsi tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari program pembangunan daerah yang menjadi fokus utama Pemprov Jawa Barat.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Temukan Banyak Perusahaan Tambang Batu Kapur di Cipatat Tak Berizin dan Langgar Aturan Ketenagakerjaan
Ribuan Massa Tolak Kedatangan Jokowi di Jawa Barat, Tuding Safari Politik Manipulatif
Pemprov Jabar Siap Tindak Tegas ASN Terbukti LGBT, Sanksi Pemberhentian Mengancam
PPNKRI Desak DPRD Jabar Segera Sahkan Raperda Anti-LGBT