Turki Terbitkan Red Notice Interpol untuk Netanyahu, Sebut Penjahat Berbahaya

- Rabu, 15 Juli 2026 | 20:50 WIB
Turki Terbitkan Red Notice Interpol untuk Netanyahu, Sebut Penjahat Berbahaya

Pengadilan di Istanbul, Turki, secara resmi menerbitkan surat perintah penahanan internasional melalui Interpol untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Majelis hakim menilai pemimpin rezim Zionis itu sebagai penjahat yang berbahaya.

Keputusan ini diambil oleh majelis hakim Pengadilan Pidana Nomor 11 Istanbul yang menangani perkara penangkapan aktivis Global Sumud Flotilla. Berdasarkan laporan surat kabar Sabah pada Selasa (14/7/2026), Netanyahu resmi masuk dalam daftar pencarian Interpol sebagai tertuduh.

Langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan Turki. Pada November 2025 lalu, Kantor Kejaksaan Istanbul telah menerbitkan surat perintah penahanan serupa untuk Netanyahu dan sejumlah petinggi Israel lainnya atas tuduhan genosida di Jalur Gaza.

Otoritas Turki kemudian membuka penyelidikan baru setelah aparat Israel menangkap para peserta aksi Global Sumud Flotilla. Rombongan relawan itu ditangkap saat berupaya mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza pada Oktober lalu.

Kantongi Bukti Kejahatan Kemanusiaan

Para dokter, termasuk psikolog yang memeriksa para aktivis setelah mereka dideportasi dari Israel, telah menyampaikan berbagai bukti kuat mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan kepada pihak pengadilan. Padahal, para peserta Global Sumud Flotilla tersebut murni bergerak demi membawa bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina di Gaza.

Merespons insiden itu, Kementerian Luar Negeri Turki sebelumnya telah mengecam keras tindakan Angkatan Laut Israel dan menyebutnya sebagai aksi pembajakan. Ankara menegaskan bahwa serangan terhadap aktivis perdamaian merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga berulang kali melontarkan kecaman keras terhadap Netanyahu di tengah serangan bertubi-tubi Israel terhadap Iran dan gerakan Palestina, Hamas. Erdogan menegaskan kembali komitmen kuat Ankara untuk terus berdiri dan mendukung negara-negara yang menjadi korban agresi Israel.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags