Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M. Hasanuddin Wahid menanggapi safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Menurutnya, siapa pun berhak melakukan safari politik, termasuk Jokowi. Namun, yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kerja nyata untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
"Mau siapa pun mau keliling, mau safari, mau bantu anaknya ya boleh, mau safari bantu menantunya boleh," kata Hasanuddin dalam Diskusi Publik Ruang Temu AI & Agama di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (15/7).
Ia menegaskan para elite seharusnya lebih fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang masing-masing. "Tapi yang diperlukan oleh rakyat adalah bagaimana para elite ini bekerja seserius mungkin di bidangnya masing-masing," ujarnya.
Hasanuddin mengatakan, PKB lebih memilih mendorong apa yang disebutnya sebagai "Safari Kesejahteraan" daripada safari politik. "Yang dibutuhkan rakyat bukan safari politik, tetapi Safari Kesejahteraan buat PKB," katanya.
Meski demikian, Hasanuddin memastikan hubungan PKB dengan Jokowi tetap berjalan baik. "Kita baik-baik saja dengan semuanya," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi melakukan safari politik selama tiga hari di Provinsi Lampung. Dalam kunjungan tersebut, ia menghadiri konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus memberikan motivasi kepada kader partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep. Di Lampung, Jokowi juga menerima gelar Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung dalam prosesi yang digelar di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung.
Artikel Terkait
PKB: AI Tak Akan Pernah Gantikan Peran Pemuka Agama
Jokowi Dijadwalkan Safari Politik ke NTT Akhir Juli 2026
Hubungan Prabowo-Jokowi Mulai Retak, Pengamat Prediksi Beda Jalan pada 2028
Ribuan Massa Tolak Kedatangan Jokowi di Jawa Barat, Tuding Safari Politik Manipulatif