Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa konflik dengan Iran belum usai, meskipun ada eskalasi militer terbaru antara Amerika Serikat dan Teheran. Dalam pidato di upacara kelulusan Angkatan Udara Israel di Pangkalan Hatzerim, Netanyahu menekankan bahwa tantangan baru masih membayangi.
"Perang belum berakhir. Ada tantangan-tantangan baru," ujarnya, Jumat (10/7/2026), seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth.
Netanyahu juga menegaskan pentingnya keunggulan udara bagi keamanan Israel. "Mempertahankan keunggulan udara merupakan pilar fundamental doktrin keamanan nasional Israel. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah yang penuh gejolak," katanya.
Pernyataan itu muncul setelah Washington dan Teheran saling serang sejak Selasa (7/7) hingga Kamis (9/7) waktu setempat. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata. Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, dalam pernyataan terpisah, juga menegaskan bahwa operasi militer melawan Iran belum selesai. "Rencana baru sedang disusun. Operasi besar diperkirakan masih menanti di depan mata. Bersiaplah," ucap Zamir singkat.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan kembali menyerang Iran jika diperlukan. "Militer siap dan siaga untuk melanjutkan kembali pertempuran, guna merebut kembali keunggulan udara dan melancarkan serangan lagi... di Iran, demi menghilangkan ancaman, termasuk untuk ketiga kalinya jika diperlukan," tegas Katz dalam pidato militer. "Jika kita harus kembali bertindak, kita akan melakukannya dengan kekuatan yang jauh lebih besar," tambahnya.
Artikel Terkait
AS Hentikan Serangan ke Iran, Beri Ruang Diplomasi
Survei Global: Mayoritas Warga 36 Negara Berpandangan Negatif terhadap Israel dan Netanyahu
AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Buka Peluang Diplomasi
Israel Beri AS Informasi Intelijen Soal Rencana Iran Bunuh Trump