Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850

- Selasa, 31 Maret 2026 | 07:10 WIB
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850

JAKARTA Kabar soal kenaikan harga Pertamax jadi Rp 17.850 per liter sempat ramai di media sosial beberapa waktu lalu. Bikin resah, tentu saja. Tapi, apa benar begitu harganya hari ini, Selasa 31 Maret 2026?

Pertamina langsung angkat bicara. Lewat Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication mereka, perusahaan menegaskan bahwa kabar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi apa pun soal perubahan harga BBM nonsubsidi.

"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,"

kata Baron, Senin (30/3) kemarin.

Jadi, harga yang berlaku sekarang masih mengacu pada pengumuman 1 Maret lalu. Artinya, untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, harganya tetap di angka yang sama: Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Nah, untuk BBM non-subsidi, memang ada kenaikan sejak Maret itu. Di wilayah-wilayah utama seperti Jabodetabek, Jawa, Bali, dan NTB, Pertamax sekarang dijual Rp 12.300 per liter, naik dari sebelumnya Rp 11.800. Pertamax Turbo naik jadi Rp 13.100, sementara Pertamax Green 95 menyentuh Rp 12.900. Untuk produk Dex, kenaikannya lebih signifikan: Dexlite jadi Rp 14.200 dan Pertamina Dex mencapai Rp 14.500 per liter.

Berikut rincian lengkap harga per wilayah per 31 Maret 2026:

Aceh dan Sumatra Utara
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Pertamax Turbo: Rp13.350 | Dexlite: Rp14.500 | Pertamina Dex: Rp14.800 | Solar: Rp6.800

Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp11.550 | Dexlite: Rp13.250 | Solar: Rp6.800

Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.900 | Pertamax Turbo: Rp13.650 | Dexlite: Rp14.800 | Pertamina Dex: Rp15.100 | Solar: Rp6.800

FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp11.750 | Pertamax Turbo: Rp12.400 | Dexlite: Rp13.450 | Pertamina Dex: Rp13.800 | Solar: Rp6.800

Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Pertamax Turbo: Rp13.350 | Dexlite: Rp14.500 | Pertamina Dex: Rp14.800 | Solar: Rp6.800

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.300 | Pertamax Turbo: Rp13.100 | Pertamax Green 95: Rp12.900 | Dexlite: Rp14.200 | Pertamina Dex: Rp14.500 | Solar: Rp6.800

Bali, Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.300 | Pertamax Turbo: Rp13.100 | Dexlite: Rp14.200 | Pertamina Dex: Rp14.500 | Solar: Rp6.800

Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Pertamax Turbo: Rp13.300 | Dexlite: Rp14.500 | Pertamina Dex: Rp14.800 | Solar: Rp6.800

Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.900 | Pertamax Turbo: Rp13.650 | Dexlite: Rp14.800 | Pertamina Dex: Rp15.100 | Solar: Rp6.800

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Pertamax Turbo: Rp13.350 | Dexlite: Rp14.500 | Pertamina Dex: Rp14.800 | Solar: Rp6.800

Maluku, Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Dexlite: Rp14.500 | Solar: Rp6.800

Papua
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Pertamax Turbo: Rp13.350 | Dexlite: Rp14.500 | Solar: Rp6.800

Papua Barat, Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Dexlite: Rp14.500 | Pertamina Dex: Rp14.800 | Solar: Rp6.800

Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000 | Pertamax: Rp12.600 | Dexlite: Rp14.500 | Solar: Rp6.800

Intinya, untuk hari ini harga resminya ya seperti di atas. Isu kenaikan drastis itu cuma beredar di media sosial, dan sudah dibantah tegas oleh Pertamina. Kita tunggu saja kalau memang nanti ada pengumuman perubahan, pasti akan disampaikan secara resmi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar