Langit di atas Riyadh kembali bergejolak Rabu lalu. Menurut pengumuman resmi Kementerian Pertahanan Arab Saudi, sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan rudal yang menyasar wilayah tenggara ibu kota. Kejadian ini terjadi pada 4 Maret waktu setempat.
Dua rudal jelajah, begitu pernyataan mereka, berhasil dihancurkan di Provinsi al-Kharj. Informasi ini dikutip dari laporan media Al Arabiya.
Namun begitu, ancaman dari udara ternyata tak cuma itu. Di hari yang sama, serangkaian serangan drone juga dilancarkan. Dan lagi-lagi, klaim dari Riyadh menyatakan serangan itu berhasil digagalkan.
"Sembilan drone telah dicegat dan dihancurkan segera setelah memasuki wilayah udara Kerajaan,"
begitu bunyi pernyataan terpisah dari kementerian. Sebelumnya, di pagi hari yang sama, sebuah drone terpisah juga dilaporkan telah dijatuhkan di Provinsi Timur.
Rentetan serangan ini seolah jadi menu harian yang makin kerap. Latar belakangnya jelas: ketegangan regional yang memanas. Iran, menurut sejumlah analisis, disebut sedang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat. Semua ini merupakan bagian dari gelombang balasan atas serangan koordinasi AS dan Israel yang terjadi sejak akhir pekan sebelumnya.
Serangan sehari sebelumnya juga sudah terjadi. Mayor Jenderal Turki al-Malki, juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menghancurkan delapan drone yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa pagi.
Jadi, dalam dua hari saja, puluhan ancaman udara telah dihadang. Situasinya tegang, dan langit di Semenanjung Arab terasa tak pernah benar-benar tenang belakangan ini.
Artikel Terkait
Gempa Bumi Dangkal Beruntun Guncang Kepulauan Sangihe, Magnitudo Capai 4,5
Dosen IPB Bantah Klaim Golongan Darah O Lebih Rentan Kolesterol Tinggi
Pemerintah Resmi Naikkan Tunjangan Guru Honorer dan ASN, Gaji Cair Langsung ke Rekening
DPR Desak KKP Segera Rumuskan Skema Harga Khusus BBM Non-Subsidi untuk Nelayan