Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya wacana baru untuk mengurai kemacetan dan banjir di Daan Mogot, Jakarta Barat. Gagasannya? Membangun sebuah flyover. Rencana ini muncul saat dia meninjau langsung lokasi pembangunan pompa pengendali banjir di KM 13, awal Februari lalu.
Menurutnya, penanganan banjir tak bisa cuma mengandalkan solusi sesaat. Perlu ada langkah yang lebih permanen. "Untuk jangka menengah, saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini," ujar Pramono.
"Yang panjangnya mungkin lebih dari 2 kilo. Saya akan minta segera Dinas Bina Marga untuk menghitung kembali flyover di tempat ini."
Memang, Daan Mogot sudah lama jadi langganan banjir. Salah satu akar masalahnya adalah posisi jalan yang ternyata lebih rendah dari permukaan Sungai Mookervart di sekitarnya. Akibatnya, saat debit air naik, luapan ke badan jalan pun sulit dihindari. Flyover yang dibayangkan, dengan panjang lebih dari dua kilometer, diharapkan bisa menghubungkan titik-titik rawan tersebut.
Di sisi lain, sambil menunggu hitungan teknis dan realisasi solusi jangka panjang, Pemprov DKI tak tinggal diam. Tiga pompa stasioner baru telah dipasang di titik KM 13, 13A, dan 13B. Kapasitasnya cukup besar, mencapai sekitar 7.000 liter per detik jauh lebih kuat dari pompa sebelumnya.
Pramono juga menegaskan bahwa upaya normalisasi sungai tetap berjalan. Baik di Ciliwung, Cakung Lama, maupun Krukut. Semua itu bagian dari skema besar pengendalian banjir Ibu Kota.
Namun begitu, wacana flyover ini jelas menarik perhatian. Pramono sudah meminta Dinas Bina Marga untuk segera mengkajinya ulang. "Karena memang harus ada penyelesaian jangka menengah dan panjang," tegasnya.
Targetnya, persoalan banjir di kawasan itu bisa dituntaskan secara bertahap hingga 2027. Entah lewat rumah pompa, atau mungkin benar-benar lewat pembangunan flyover yang ambisius itu. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Ganjal ATM di Sentul, Amankan 41 Kartu dan Tusuk Gigi
Ribuan Jemaah Haji Indonesia Mulai Bertolak ke Makkah, Ambil Miqat di Bir Ali
12 Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Masih Dirawat Intensif
Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa