Isu yang beredar belakangan ini menyebutkan Presiden Prabowo Subianto kerap menggunakan dua pesawat kenegaraan saat bertugas ke luar negeri. Tapi, benarkah demikian? Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, dengan tegas membantahnya.
“Jadi ada yang menyampaikan dan menanyakan bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri itu sekarang menggunakan 2 pesawat kenegaraan, oke? Saya jawab, nggak ada itu, ya, itu tidak benar,”
Demikian penegasan Teddy saat ditemui di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
Menurut penjelasannya, kebiasaan Presiden justru jauh dari gambaran itu. Bahkan sebelum memimpin negara, Prabowo sudah sering terbang menggunakan pesawat perusahaan miliknya sendiri untuk urusan ke luar negeri. Pola ini rupanya masih berlanjut.
Memang, di awal masa jabatannya, ada penambahan satu pesawat Boeing 737 milik TNI AU dalam rombongan. Tapi Teddy menekankan, pesawat itu bukanlah pesawat kepresidenan.
“Dan saat ini, sebagai Presiden, bila ke luar negeri, di awal-awal, beliau menggunakan pesawat perusahaan pribadi beliau plus 1 pesawat TNI AU Boeing 737. Itu pun bukan pesawat kepresidenan,”
Lalu untuk apa pesawat tambahan itu?
“Untuk apa? Karena sesuai undang-undang, sesuai aturan, harus ada Paspampres, harus ada protokol, ada tim dokter, ada tim Kemlu, ada wartawan, sebagainya, oke?” jelasnya lagi.
Namun begitu, situasinya kini sudah berubah. Teddy memaparkan fakta di lapangan yang cukup menarik: selama setahun terakhir, Presiden Prabowo hanya menggunakan satu pesawat saja untuk penerbangan jarak jauh.
“Jadi, saya mau sampaikan, tidak benar bahwa Bapak Presiden menggunakan 2 pesawat kenegaraan, kalau ke luar negeri.”
Lalu apa yang digunakan?
“Faktanya, sejak sudah 1 tahun ini, Presiden Prabowo ke luar negeri, jarak jauh, selalu menggunakan pesawat 1. Apa itu? Maskapai Nasional, kebanggaan kita, Garuda Indonesia, Boeing 777. Pasti Anda sudah lihat semua,”
Ucapnya menutup penjelasan. Jadi, klaim dua pesawat kenegaraan itu tampaknya sekadar kabar angin yang tidak punya dasar.
Artikel Terkait
Pria Nekat Panjat Tower 52 Meter di Bandar Lampung, Dievakuasi Usai Negosiasi 2 Jam
Mahfud MD Soroti Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Publik Pertanyakan Eksekusi Vonis yang Tak Jalan
Bek Inggris Djed Spence Tolak Jabat Tangan Thomas Partey, Suporter Bersiulan di Laga Piala Dunia
Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Parkir Bandara Juanda