Rafael Belaunde, calon presiden Peru yang berusia 50 tahun, baru saja melewati malam yang mencekam. Ia terlibat baku tembak dengan pria bersenjata di selatan Kota Lima. Syukurlah, nyawanya selamat.
Menurut laporan yang beredar, kejadian ini berawal ketika dua orang tak dikenal menembaki mobil SUV yang ditumpanginya. Mereka menaiki sepeda motor. Tanpa banyak pikir, Belaunde langsung membalas. Ia melepaskan tembakan dua belas kali ke arah para penyerang itu.
Kepala polisi, Jenderal Oscar Arriola, memberikan rincian kejadian. Ia menyebut para penyerang melepaskan sekitar delapan atau sembilan peluru.
"Mereka menembak dari motor ke arah mobil sang kandidat. Dan dia membalasnya," ujar Arriola.
Di sisi lain, tayangan televisi lokal memperlihatkan bekas kejadian yang cukup parah. Kaca depan mobil hancur berantakan. Ada noda darah di wajah dan baju Belaunde, meski ternyata itu hanya luka dari pecahan kaca, bukan akibat tembakan.
Belaunde sendiri menanggapi soal lukanya dengan santai. Ia menyebutnya cuma goresan biasa pasca insiden.
"Itu cuma goresan yang didapat setelah insiden tersebut," katanya.
Peristiwa penembakan ini terjadi di Cerro Azul, sebuah kota yang letaknya kira-kira 130 kilometer di selatan Lima, pada hari Selasa lalu. Menariknya, meski terjadi tembak-menembak sengit, tidak ada satu pun luka tembak yang dilaporkan dari kedua belah pihak. Belaunde menggunakan senjata api pribadinya untuk membela diri.
Arriola menegaskan hal itu saat berbicara pada media Peru 21. Menurutnya, sang capres melepaskan setidaknya 12 tembakan balasan. Namun begitu, situasi akhirnya bisa dikendalikan tanpa korban jiwa.
Artikel Terkait
PAN Nilai Wacana Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum Parpol Melanggar Kebebasan Berserikat
Pemerintah Luncurkan Program Bedah 15.000 Rumah di 40 Kawasan Perbatasan
Menteri Fadli Zon Dorong Kemitraan Strategis Budaya Indonesia-Prancis, Tindak Lanjuti Borobudur Declaration
Harga Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Turun