Denada Buka Suara soal Absen di Pernikahan Anak: Saya Pilih Hadir dengan Cara Lain

- Jumat, 24 April 2026 | 08:20 WIB
Denada Buka Suara soal Absen di Pernikahan Anak: Saya Pilih Hadir dengan Cara Lain

JAKARTA – Kabar bahagia menyelimuti keluarga Denada Tambunan. Putranya, Ressa Rizky Rossano, resmi menikah di Banyuwangi, Jawa Timur. Tapi di balik momen bahagia itu, publik malah heboh soal sesuatu yang lain: ketidakhadiran Denada. Ya, sang ibu tak terlihat di lokasi pernikahan.

Banyak yang langsung berasumsi macam-macam. Ada yang bilang hubungan mereka lagi renggang. Ada juga yang menduga ada konflik keluarga. Tapi ternyata, dugaan itu meleset. Denada akhirnya buka suara, dan alasannya… cukup mengejutkan, tapi juga mengharukan.

Menurut penuturannya, keputusan itu bukan karena jarak atau masalah pribadi. Ia mengaku sedang berada di Jakarta saat pernikahan berlangsung. Bahkan, secara logistik, ia bisa saja terbang ke Banyuwangi. Tapi ia memilih tidak.

"Sebenarnya aku bisa hadir, aku juga posisi ada di Jakarta kemarin itu pada saat pernikahan. Sebagai seorang ibu kalau ditanyain pengen nggak ada di situ secara fisik dan langsung, pasti ingin sekali," kata Denada di kawasan Jakarta Pusat belum lama ini.

Nah, di sinilah letak keputusan yang berat itu. Denada mengaku menahan keinginannya sendiri. Bukan karena apa, tapi demi menghormati apa yang Ressa mau. Ia tak ingin kehadirannya justru memicu hal-hal yang tidak diinginkan mungkin mengingatkan Ressa pada masa lalu yang rumit. Intinya, ia ingin anaknya benar-benar menikmati hari itu tanpa beban.

"Tapi buat aku yang paling penting prioritas aku, aku pengen hari itu sesuai dengan yang dia inginkan, sesuai yang dia mau, sesuai dengan yang dia harapkan. Jadi aku ingin bisa meluluskan itu buat dia," ujar Denada.

Keputusan ini, kata Denada, sudah melalui diskusi panjang. Bukan tiba-tiba. Ada komunikasi dan kesepakatan bersama antara ibu dan anak. Ia sadar, kadang cinta itu bukan tentang selalu ada di depan mata, tapi tentang memberi ruang. Denada berusaha menempatkan kenyamanan Ressa di atas segalanya.

"Aku mengikuti apa yang sekiranya paling menyamankan buat dia, membahagiakan buat dia," ucapnya.

Meski raganya tak ada di Banyuwangi, Denada tetap menunjukkan dukungan penuh. Ia mengaku sudah mendoakan Ressa sejak malam sebelum akad nikah. Doa, katanya, adalah cara ia hadir.

Dan soal teknologi, Denada juga memanfaatkannya. Ia bisa ikut menyaksikan momen pernikahan lewat sambungan video call. Bahkan, ia sempat ngobrol langsung dengan anaknya dan mungkin juga dengan menantunya. "Doa itu pasti aku dari mulai malam sebelumnya. Walaupun aku tidak di sana berada bersama dan bisa melihat langsung, tapi aku senang karena aku ditelepon langsung, video call, apa segala macam bisa langsung kenalan, ngobrol gitu," kata Denada.

Kisah ini jadi pengingat, bahwa kehadiran itu nggak selalu soal fisik. Kadang, dukungan yang paling kuat justru datang dari doa yang dipanjatkan diam-diam. Dan di hari pernikahan anaknya, Denada memilih untuk hadir dengan cara yang berbeda tapi penuh makna.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar