Tanggal 17 Februari mendatang, sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah akan digelar oleh Kementerian Agama. Nah, pertanyaan besarnya, bagaimana kondisi hilal saat itu? Bisakah ia teramati?
Jawabannya bisa kita telusuri dari dokumen prakiraan hilal yang dirilis BMKG. Menurut badan meteorologi itu, konjungsi atau ijtima' saat posisi bulan dan matahari sejajar jika diamati dari pusat bumi akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, tepatnya pukul 19.01 WIB.
"Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima' adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi,"
Begitu penjelasan BMKG dalam dokumen yang dirilis Selasa lalu.
Nah, karena momen ijtima' ini terjadi setelah matahari terbenam tanggal 17, maka implikasinya jadi jelas. Bagi yang menggunakan metode rukyat (pengamatan langsung), hilal baru akan dicari pada sore hari berikutnya, yaitu 18 Februari. Sementara untuk pihak yang mengandalkan hisab (perhitungan), kriteria perhitungan pun akan diterapkan pada tanggal 18 itu juga.
Artikel Terkait
Teddy Wijaya Tegaskan Gerakan ASRI Bukan Hal Baru, Hanya Digenjot Kembali
KPK Periksa Staf Keuangan Travel, Kasus Kuota Haji Yaqut Menuju Penuntutan
Polisi Turun Tangan Tutup Lubang Jalan di Serang-Tangerang
Mata-Mata Udara Korlantas Buru Pengendara Motor Tanpa Helm SNI