Mata-Mata Udara Korlantas Buru Pengendara Motor Tanpa Helm SNI

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:15 WIB
Mata-Mata Udara Korlantas Buru Pengendara Motor Tanpa Helm SNI

Korps Lalu Lintas Polri lagi-lagi memperketat pengawasan. Kali ini, mereka mengerahkan drone berteknologi ETLE di sejumlah titik padat, mulai dari Bogor, ruas Jakarta Timur yang mengarah ke Bogor, hingga wilayah Jakarta Selatan. Tujuannya jelas: menekan pelanggaran dan kecelakaan di kawasan dengan mobilitas tinggi.

Menurut Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho, inovasi drone ini adalah langkah strategis. "ETLE Drone Patrol Presisi merupakan inovasi strategis Korlantas Polri dalam menghadirkan penegakan hukum lalu lintas yang modern, objektif, dan berkeadilan," tegasnya.

Dengan kamera canggih, drone bisa memantau lalu lintas secara real-time dari udara. Pengawasan jadi lebih luas dan presisi, terutama di jalur-jalur penghubung yang selalu ramai seperti Jakarta-Bogor. Fokusnya pun jatuh pada titik-titik yang memang sudah dikenal rawan.

Nah, sasaran utama operasi ini ternyata spesifik. Direktur Penegakan Hukum Korlantas, Brigjen Faizal, menyoroti satu pelanggaran yang sering dianggap sepele: pengendara motor yang ogah pakai helm berstandar SNI.

"Pelanggaran tersebut dinilai sebagai salah satu faktor utama tingginya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas," ujar Faizal.

Dia lalu merinci ancaman hukumannya. Berdasarkan UU LLAJ, pelanggar bisa kena kurungan maksimal satu bulan atau denda hingga Rp 250 ribu. Soal penindakannya, prosesnya kini serba digital. Rekaman dari drone langsung diproses lewat sistem ETLE nasional. Tidak ada interaksi langsung di lapangan, yang diharapkan bisa meminimalisir praktik yang tidak transparan.

Di balik layar, Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto memastikan semua berjalan mulus. Dari kesiapan personel, kondisi drone, sampai validitas data rekaman, semuanya diawasi ketat. Evaluasi rutin juga dilakukan agar penindakan tetap sesuai koridor hukum.

Menariknya, di balik pendekatan teknologi tinggi ini, nuansa edukasi justru diutamakan. Kombes Dwi menekankan bahwa ini semua bagian dari upaya menyadarkan masyarakat. Sosialisasi dan pendekatan preventif tetap jalan, beriringan dengan penegakan aturan. Intinya, keselamatan adalah yang utama.

Dengan patroli drone ini, Korlantas berharap ada perubahan. Kepatuhan masyarakat diharapkan naik, angka kecelakaan turun, dan budaya berlalu lintas yang lebih aman bisa terwujud. Sekarang, tinggal menunggu hasilnya di jalan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar