Pagi tadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terlihat memimpin kegiatan bersih-bersih di kantornya. Aksi ini sekilas tampak sebagai respons langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun begitu, Teddy sendiri menegaskan bahwa kebiasaan seperti ini sebenarnya sudah berjalan dari dulu.
"Iya, pagi tadi kami bersih-bersih. Tapi jangan dikira baru mulai hari ini, sebelumnya juga sudah biasa kami lakukan," ujar Teddy saat ditemui wartawan di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu.
Meski begitu, ia mengakuinya sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar. Teddy kini mengajak semua kementerian, lembaga, hingga BUMN untuk serius menjalani imbauan Presiden. Targetnya jelas: mewujudkan suasana ASRI, singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
"Pak Presiden sudah menyampaikan di depan forum. Kita semua yang hadir diminta untuk memulai Gerakan ASRI ini. Mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota, ayo kita bersih-bersih," katanya.
Menurut Teddy, gerakan ini punya dampak strategis, terutama di daerah. Ia melihat kaitan erat dengan sektor pariwisata. Karena itu, perangkat daerah diharapkannya bisa jadi teladan.
"Anda kepala daerah, punya sekolah-sekolah di wilayahnya. Ajak mereka! Kalau merasa tidak mampu, TNI-Polri dan BUMN siap memberi contoh. Menteri-menteri pun harus kasih contoh. Lagi pula, ini kan sudah biasa dilakukan," tegas Teddy.
Gagasan ASRI sendiri pertama kali dicanangkan Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, sehari sebelumnya. Saat itu, Presiden secara gamblang meminta seluruh jajarannya untuk membersihkan lingkungan kerja masing-masing.
"Corvée, apa salahnya? Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah dandim danrem. Saya perintahkan kau, gerakan anak buahmu, corvée tiap hari atau berapa hari sekali. Kepolisian juga, kerahkan untuk corvée!" seru Prabowo dalam rapat tersebut.
Permintaannya tidak berhenti di situ. Semua BUMN, Kementerian, dan Lembaga negara juga harus melakukan hal serupa. Setidaknya, para pegawai diminta menyisihkan waktu setengah jam sebelum jam kerja dimulai.
"Saya tidak mau lihat sampah plastik mengotori sekitar kantor BUMN. Untuk semua menteri dan kementerian, sebelum masuk kantor, luangkan waktu minimal setengah jam untuk bersih-bersih," tuturnya tegas.
Dan ia punya pesan khusus untuk para menteri. Prabowo ingin mereka tak cuma menyiapkan diri, tapi juga turun langsung memimpin.
"Jangan cuma siap-siap saja. Setengah jam sebelum kerja, kalau perlu menterinya sendiri yang memimpin," pungkas Presiden.
Artikel Terkait
Hakim Minta Ahli Kimia Hadir di Sidang Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Oditur Masih Pertimbangkan
Sidang Korupsi Nadiem Makarim Memanas, Ahli BPK Kritik Metode Audit Kerugian Negara
Persib Hormati Keputusan Liga Indonesia, Laga Tandang Lawan Persija Resmi Pindah ke Samarinda
Tanah Longsor di Tapanuli Utara Akibat Hujan Deras, Dua Orang Tewas dan Jalan Nasional Putus