Di Gedung DPR Senayan, suasana rapat kerja antara PPATK dan Komisi III DPR RI pada Selasa lalu terasa cukup intens. Mereka tak cuma membahas evaluasi kinerja tahun 2025, tapi juga merancang langkah untuk tahun depan. Dan satu topik yang mencuri perhatian adalah persoalan judi online yang masih jadi momok.
Yang menarik, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana justru membawa kabar baik. Ia menyatakan ada penurunan signifikan jumlah pemain judi online di tahun 2025. Menurutnya, capaian ini tak lepas dari ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam memberi arahan.
“Prediksi kami, dengan kemajuan fintech dan kripto, potensi perputaran judi online itu akan naik terus sampai Rp 1.100 triliun, dan selama ini prediksi kami tidak pernah meleset,” ujar Ivan.
Ngomong-ngomong soal prediksi, PPATK sebelumnya sempat meramalkan angka perputaran dana judol akan melambung tinggi, seiring makin canggihnya teknologi finansial. Ternyata, ramalan itu urung jadi kenyataan.
Berkat kerja sama yang solid dengan berbagai pihak, seperti Kemenkominfo dan lembaga lain, perputaran dana itu berhasil ditekan. Tren kenaikan yang konsisten sejak 2017 akhirnya terpatahkan di tahun 2025.
“Selama ini angkanya terus naik. Dan sekarang kita tekan hingga sekitar Rp 286 triliun. Ini menyelamatkan banyak sekali saudara-saudara kita,” tambahnya dengan nada lega.
Di sisi lain, Komisi III DPR RI punya catatan dan harapannya sendiri. Mereka mendorong PPATK untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Teken Pengangkatan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Nomor Keppres Masih Ditutupi
Meri Hoegeng, Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso, Tutup Usia
Epstein Files Bocor Lagi: Ada Nama Indonesia, Tapi Bukan Tersangka
Truk Pasir Terguling di Bandung, Diduga Sopir Kantuk Saat Berkendara