Adik Denada Soroti Sikap Keluarga: Harusnya Ayah Kandung Ressa yang Dituntut, Bukan Dena

- Selasa, 03 Februari 2026 | 14:25 WIB
Adik Denada Soroti Sikap Keluarga: Harusnya Ayah Kandung Ressa yang Dituntut, Bukan Dena

Kisruh seputar jati diri Ressa Rizky Rossano kembali mendapat sorotan. Kali ini, Enrico Tambunan, adik dari Denada, yang angkat bicara. Ia mengungkapkan sisi lain yang menurutnya patut disayangkan.

Enrico mengaku baru tahu bahwa Ressa adalah anak kandung kakaknya itu di pertengahan 2025. Informasi itu datang dari Tante Ratih, adik ipar Emilia Contessa yang selama ini mengasuh Ressa.

“Saya tidak tahu, saya baru dikabari oleh tante Ratih lewat chat di pertengahan 2025 kalau Ressa itu anak mbak Dena,” ujar Enrico.

Namun begitu, ada satu hal yang membuatnya kecewa. Dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Ratih disebutkan tahu siapa ayah kandung Ressa, tapi memilih untuk tidak mengungkapkannya. Bagi Enrico, ini justru salah sasaran.

“Ini yang menjadi kekecewaan saya yang luar biasa,” katanya. Menurutnya, yang harus dikejar dan dimintai pertanggungjawaban adalah pria yang terlibat, bukan justru menyudutkan Denada. “Dia lah bapaknya, dia lah yang harusnya memberikan nafkah utama... dia yang harusnya bertanggung jawab.”

Ia sendiri sudah berusaha menggali kebenaran dari sang kakak. Tapi setiap kali topik itu disentuh, reaksi Denada luar biasa. Bukan sekadar marah. Lebih dari itu.

“Setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih sekali langsung, dia gak mau bicarain, dia seperti ada seperti orang yang PTSD,” jelas Enrico.

Post-traumatic stress disorder atau PTSD, gangguan stres pascatrauma, itulah istilah yang ia gunakan. Denada, digambarkannya, menunjukkan wajah sedih bercampur marah. Seolah ada luka yang begitu dalam dan masih sangat perih untuk diungkit. Enrico pun akhirnya memilih mengurungkan niat bertanya, karena kasihan melihat penderitaan kakaknya.

“Saya juga amat kasihan, dan seperti ada rasa sakit hati luar biasa kalau saya coba mencari tahu,” imbuhnya.

Di sisi lain, Enrico merasa logika perlindungan keluarga justru terbalik. Seharusnya, seorang perempuan yang telah tersakiti sedemikian rupa mendapat dukungan. Bukan dihujat.

“Kalau tante tahu, laki-lakinya siapa seharusnya yang diserang yang laki-laki itu,” tegasnya. “Harusnya justru keponakan sendiri yang dilindungi, itu pemikiran saya.”

Ia menyayangkan komentar-komentar yang justru menyudutkan Denada sebagai seorang ibu. Baginya, dalam situasi seperti ini, empati seharusnya lebih berbicara.

Memang, Denada sendiri telah mengakui Ressa adalah anak kandungnya. Pengakuan itu disampaikan dengan penuh penyesalan, sambil bercerita tentang kondisi psikisnya yang kacau kala itu. Tapi satu hal yang masih ia simpan rapat-rapat: identitas ayah kandung Ressa. Sampai sekarang, itu masih menjadi misteri yang menyisakan tanda tanya besar dan luka yang belum kunjung sembuh.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar