MAKASSAR – Bermain di rumah sendiri seharusnya memberi keuntungan psikologis yang besar. Tapi bagi PSM Makassar saat ini, atmosfer Stadion Gelora BJ Habibie justru terasa berbeda. Yang biasanya jadi sumber energi, kini lebih sering menyaksikan kegamangan. Imbang tanpa gol melawan Semen Padang bukan cuma soal satu poin yang hilang. Itu adalah sinyal keras bahwa tim ini sedang tersesat, berjuang mencari kembali identitasnya yang dulu garang.
Kegelisahan mulai merambat. Tak cuma di ruang ganti, tapi juga di tribun dan di benak suporter yang sudah lama hafal dengan PSM yang agresif dan tak kenal takut.
Tujuh Laga Tanpa Kemenangan: Tekanan yang Nyata
Angkanya sudah tujuh. Tujuh pertandingan beruntun di Super League 2025/2026 tanpa merasakan kemenangan. Dua kali imbang, sisanya kekalahan. Seri terbaru melawan Semen Padang di Parepare cuma memperpanjang daftar pilu itu. Laga yang diharapkan jadi momentum balik, malah berakhir dengan pertanyaan yang sama: kapan ini berakhir?
Masalahnya kompleks. Serangan tumpul, jarang mencetak gol. Pertahanan? Sering keteteran. Hasil imbang tadi malam rasanya seperti sekadar menunda masalah, bukan menyelesaikannya.
Area Penentuan yang Kehilangan Ketajaman
Pelatih Tomas Trucha sendiri mengakui timnya sedang tidak baik-baik saja. Sorotannya tajam: permainan di sepertiga akhir lapangan lawan, area yang paling menentukan, justru jadi titik terlemah.
“Ini bukan cuma soal menciptakan peluang,” kira-kira begitu penilaiannya. Tapi bagaimana mengolah peluang itu jadi sesuatu yang berbahaya. Umpan terakhir sering ngawur, crossing kurang akurat, dan eksekusi di depan gawang kerap tanpa ketenangan. Dominasi penguasaan bola pun jadi percuma kalau ujung-ujungnya nihil.
Filosofi yang Masih Jauh dari Kata Nyata
Sejak Trucha datang, PSM dijanjikan dengan permainan berbasis penguasaan bola. Sayangnya, di lapangan, teori itu belum jadi kenyataan. Alih-alih mengontrol permainan, yang terjadi malah kehilangan bola dengan mudah. Akhirnya, jatuh juga ke umpan-umpan panjang yang susah dikendalikan.
Artikel Terkait
Borneo FC Siap Lepas Mariano Peralta, Rekor Transfer Termahal Mengintai
Persib Siapkan Romain Cagnon, Kiper Eks Marseille untuk Gantikan Przybek
Ivar Jenner Pilih Dewa United, Harapan Persija Pupus
Persija Kecolongan, Ivar Jenner Pilih Berlabuh ke Dewa United