Kandang yang Kehilangan Aura: PSM Makassar Tersesat di Gelora BJ Habibie

- Selasa, 03 Februari 2026 | 14:30 WIB
Kandang yang Kehilangan Aura: PSM Makassar Tersesat di Gelora BJ Habibie

Statistik lawan Semen Padang bicara jelas. Penguasaan bola kalah, tembakan yang dilepaskan kebanyakan tidak mengancam. Angka-angka itu bukan sekadar data, tapi bukti ada yang salah secara struktur dalam cara tim ini bermain.

Lawan Kuat dan Kamar Perawatan yang Penuh

Trucha juga menyebut faktor eksternal. Jadwal beberapa pekan terakhir memang kejam, mempertemukan PSM dengan lawan-lawan berat. Di saat yang sama, ruang perawatan tim dipenuhi pemain kunci yang cedera.

Absennya pilar penting memaksa skuat melakukan penyesuaian terus-menerus. Belum lagi pemain yang kembali dari cedera tapi belum fit seratus persen, menyulitkan rotasi. Dalam kondisi begini, konsistensi memang barang mewah yang sulit didapat.

Waktunya Evaluasi, Bukan Cari Alasan

Bagi pengamat sepak bola Imran Amirullah, rangkaian hasil buruk ini bukan fase biasa yang akan berlalu dengan sendirinya. Menurutnya, ini saatnya evaluasi total, menyeluruh, tanpa tedeng aling-aling.

“Masalahnya bisa datang dari mana saja,” katanya. Dari keseimbangan tim, strategi yang kurang jitu, sampai mental pemain yang mungkin sudah terpengaruh tekanan. Tanpa pembenahan dari akarnya, sulit mengharapkan perubahan yang berarti.

Klasemen dan Jalan Panjang di Depan

Posisi PSM sekarang ada di tengah papan bawah klasemen. Jarak dengan zona degradasi memang belum terlalu mengkhawatirkan, tapi cukup dekat untuk membuat dahi berkerut jika tren negatif ini terus berlanjut.

PSM Makassar sekarang ada di persimpangan. Momen ini bisa jadi titik balik, awal dari kebangkitan setelah introspeksi keras. Atau, ini justru pertanda krisis yang lebih dalam. Jawabannya tidak akan datang dalam satu malam. Tapi dari keberanian untuk berubah, terutama saat kandang sendiri tak lagi terasa seperti benteng yang tak tergoyahkan.


Halaman:

Komentar