Bagas Shujiwo Tahan Amuk Htut, Indonesia Awali Kejuaraan Asia dengan Kemenangan

- Selasa, 03 Februari 2026 | 16:48 WIB
Bagas Shujiwo Tahan Amuk Htut, Indonesia Awali Kejuaraan Asia dengan Kemenangan

Laga pembuka Indonesia di Badminton Asia Team Championships 2026 berjalan mulus, berkat kemenangan Prahdiska Bagas Shujiwo. Di Qingdao Conson Gymnasium, Selasa lalu, ia mengatasi perlawanan sengit Hein Htut dari Myanmar dalam dua gim, 21-14 dan 21-19. Gim kedua, harus diakui, benar-benar menegangkan.

Bagas sebenarnya tak langsung bisa mengendalikan permainan. Di awal gim pertama, Htut tampil tangguh. Dia mampu menyulitkan Bagas dengan permainan yang solid. Skor sempat berayun: Bagas unggul 3-1, lalu tertandingi 3-4, sebelum akhirnya ia bisa balik memimpin 5-4. Pertukaran poin yang ketat berlanjut hingga interval, di mana Bagas akhirnya membawa keunggulan tipis 11-8.

Nah, setelah jeda itu, permainan Bagas terlihat jauh lebih rapi. Disiplinnya meningkat, serangannya lebih variatif dan yang penting klinis. Htut mulai keteteran menghadapi tekanan itu. Meski begitu, bukan berarti penampilan Bagas sempurna. Ia masih terlihat agak grusa-grusu di beberapa momen, yang berujung pada kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Tapi secara umum, ia memegang kendali. Skor merayap naik: 14-8, lalu 17-10, dan akhirnya ditutup 21-14.

Memasuki gim kedua, Bagas langsung menancap gas. Tiga poin beruntun ia raih dengan cepat. Tapi, fokusnya tiba-tiba buyar. Kesalahan demi kesalahan ia lakukan, dan Htut dengan cermat memanfaatkannya. Skor pun sama kuat, 3-3.

Di sisi lain, Htut juga bermain jauh lebih baik. Ia tak segan memaksa reli panjang dan menguji ketahanan Bagas. Sayangnya, Bagas saat itu seperti kehilangan akurasi. Pukulan-pukulannya sering keluar, membuatnya harus bekerja ekstra. Di interval, ia hanya unggul tipis 11-9.

Selepas jeda, keadaan malah makin panas. Htut menyengat dan menyamakan kedudukan 11-11. Bagas terlihat tidak nyaman, gerakannya kaku, dan errornya bertambah. Pertukaran poin berlangsung alot: 13-11, lalu 13-13, kemudian 15-13, berbalik 15-16, dan bahkan sempat tertinggal 16-18.

Namun begitu, di titik kritis itulah Bagas bangkit. Ia kembali fokus, menahan emosi, dan bermain lebih sabar. Dua poin beruntun diraih, lalu keunggulan 20-18 terbentuk. Meski sempat dikejar, akhirnya ia menutup gim dengan skor 21-19.

Kemenangan ini tentu jadi pembuka yang bagus untuk tim Indonesia. Tapi laga tadi juga memperlihatkan bahwa Bagas masih perlu lebih konsisten. Momentum bisa berubah cepat, dan ketenangan adalah kunci.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar