PGN Catat Keterikatan Karyawan Capai 87,74% dan Turnover di Bawah 3%

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB
PGN Catat Keterikatan Karyawan Capai 87,74% dan Turnover di Bawah 3%

Bagi PGN, anak usaha gas Pertamina, manusia bukan sekadar roda penggerak. Mereka adalah aset utama. Target strategis perusahaan di tahun 2026, begitu kata mereka, sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Makanya, nggak heran kalau mereka mati-matian berusaha menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sekaligus kompetitif. Tujuannya jelas: mendongkrak produktivitas.

Nah, upaya itu rupanya membuahkan hasil. Di tahun 2025 lalu, beberapa parameter menunjukkan tren positif. Yang cukup mencolok adalah angka employee engagement atau keterikatan karyawan, yang nyentuh 87,74 persen masuk kategori tinggi. Di sisi lain, tingkat perputaran karyawan alias turnover bisa ditekan di bawah 3 persen. Angka ini, secara tidak langsung, menunjukkan kepercayaan pekerja terhadap masa depan perusahaan.

Belum lagi soal lowongan. PGN berhasil menjaga vacancy rate di bawah 10 persen. Artinya apa? Hampir semua posisi dalam perusahaan terisi oleh orang-orang yang kompeten. Hal ini tentu jadi penunjang operasional dan layanan ke pelanggan.

Dengan total 2.752 pekerja di kelompok PGN hingga akhir 2025, capaian-capaian tadi menggambarkan stabilitas. Lingkungan kerja yang sehat, pada akhirnya, berkontribusi besar pada produktivitas yang mendukung target perusahaan.

“PGN terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi untuk menunjang kompetensi pekerja di era digital,” jelas Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, dalam sebuah keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

“Digitalisasi sudah kami terapkan, bukan cuma untuk efisiensi proses bisnis. Ini juga cara kami membangun kedekatan dengan pelanggan, dalam rangka memberikan service excellence,” tambahnya.

Soal digitalisasi ini, implementasinya sudah merasuk ke seluruh rantai bisnis gas bumi. Mulai dari operasi dan perawatan aset, operasi jaringan, sampai pengelolaan pelanggan. Yang tak kalah penting adalah keamanan siber. Menurut laporan, di tahun 2026 ini, tingkat keamanan siber PGN klaim mencapai 100 persen. Infrastruktur digital mereka dalam kondisi prima untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

Rachmat menegaskan, kompetensi SDM yang sudah baik ini akan terus ditingkatkan. Di tengah budaya kerja yang solid, PGN berusaha memberikan ruang bagi pekerjanya untuk berkreasi dan berinovasi. Ruang untuk mengeksplorasi peluang bisnis baru juga dibuka, tentu saja demi keberlanjutan perusahaan.

“Seluruh kontribusi pekerja di seluruh operasi juga diarahkan untuk sentiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan yang disiplin terhadap aspek HSSE,” ujar Rachmat.

Ke depan, di tahun 2026 ini, PGN masih punya segudang agenda. Mereka akan melanjutkan pengembangan proyek strategis gas bumi untuk memperluas pemanfaatannya di dalam negeri. Dengan anggaran belanja modal atau CAPEX sebesar 353 juta dolar AS, sekitar 62 persennya akan difokuskan ke pengembangan di segmen midstream, downstream, dan lainnya.

Langkah konkretnya? Penguatan infrastruktur distribusi gas dan jaringan gas rumah tangga. Investasi akan dilakukan, tapi secara selektif dan bertahap. Semua itu, ujung-ujungnya, untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar