Industri otomotif kita, rupanya, masih jadi tulang punggung ekonomi nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita baru-baru ini membeberkan data yang cukup mencengangkan. Total investasi di sektor ini sudah menembus angka Rp194,22 triliun, lho. Belum lagi soal lapangan kerja hampir 100 ribu orang dipekerjakan langsung.
“Saat ini, industri kendaraan bermotor roda empat didukung 41 pabrikan. Kapasitas produksinya mencapai 2,59 juta unit per tahun,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Sabtu (7/2/2026).
Kalau bicara roda dua dan tiga, angkanya lebih besar lagi. Ada 82 pabrikan yang terlibat dengan kemampuan produksi hingga 11,2 juta unit tiap tahunnya.
Di kawasan ASEAN, posisi Indonesia masih terdepan. Penjualan kendaraan di 2024 lalu mencapai 865.723 unit. Tapi, ada fakta menarik sekaligus menantang. Rasio kepemilikan mobil di sini ternyata masih rendah, cuma 99 unit per 1.000 penduduk. Jauh di bawah tetangga seperti Malaysia, Thailand, apalagi Singapura.
“Justru kondisi ini yang menunjukkan potensi besar pasar domestik kita,” tegas Agus.
Memasuki 2026, ada angin segar. Industri mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Kinerja ekspor tetap kuat, perkembangan kendaraan listrik makin kencang, dan ada sinyal positif dari permintaan domestik di akhir 2025 lalu. Proyeksi penjualan mobil tahun ini diyakini bisa naik sekitar 5,4 persen, berada di kisaran 850 ribu unit.
Tapi ya, jalan pemulihannya nggak mulus-mulus amat. Semuanya berlangsung bertahap. Daya beli masyarakat, soal pembiayaan, plus dinamika rantai pasok global masih jadi tantangan nyata. Sepanjang 2025 kemarin, penjualan grosir turun 7,2 persen jadi 803.687 unit. Penjualan ritelnya juga merosot 6,3 persen ke angka 833.712 unit.
Namun begitu, ceritanya berbeda di ranah ekspor. Ekspor kendaraan utuh malah naik 9,7 persen, mencapai 518.212 unit. Ini bukti bahwa daya saing Indonesia sebagai basis produksi otomotif global masih terjaga dengan baik, meski ada gejolak permintaan di dalam dan luar negeri.
Artikel Terkait
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas
Vance Bantah Laporan Cekcok dengan Netanyahu Soal Pemukim Tepi Barat
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 27.000
Presiden Iran Serukan Solidaritas Muslim Hadapi Agresi AS dan Israel di Pidato Nowruz