Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:00 WIB
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan

MURIANETWORK.COM - Baruasak, kue tradisional khas Bugis-Makassar, lebih dari sekadar camilan manis. Kue bulat renyah ini, yang terbuat dari tepung beras sangrai, kelapa parut, dan gula, merupakan bagian tak terpisahkan dari berbagai momen penting dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Hadir dalam dua varian utama dengan gula pasir atau gula merah Baruasak kerap menemani acara adat, perayaan keluarga, atau sekadar menjadi teman santai menikmati teh dan kopi di sore hari.

Keunikan Baruasak terletak pada proses pembuatannya yang memerlukan ketelitian. Bahan utamanya, kelapa parut dan tepung beras, harus disangrai hingga matang sempurna untuk mendapatkan aroma harum yang khas. Proses ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap resep warisan yang telah turun-temurun.

Dua Varian dengan Cita Rasa Berbeda

Meski berasal dari adonan dasar yang sama, pemilihan jenis gula memberikan karakter yang berbeda pada Baruasak. Varian pertama menggunakan gula pasir, menghasilkan rasa manis yang bersih dan tekstur yang cenderung lebih ringan. Sementara itu, varian kedua, yang dalam bahasa Makassar disebut Baruasak Golla' (gula merah), menawarkan kompleksitas rasa dengan sentuhan karamel dan aroma yang lebih pekat.

Pilihan antara keduanya seringkali bergantung pada selera pribadi atau tradisi keluarga. "Kedua varian sama-sama nikmat, tapi kalau suka aroma karamel yang khas, pilih yang pakai gula merah," tutur seorang pemerhati kuliner tradisional.

Resep dan Cara Membuat Baruasak

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar