MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa penguatan pasar karbon nasional merupakan langkah strategis untuk mendanai transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam forum Indonesia Economic Summit 2026, menekankan bahwa instrumen ini dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif yang vital di luar APBN.
Pasar Karbon Sebagai Jembatan Pembiayaan
Eddy Soeparno melihat potensi pasar karbon Indonesia yang sangat besar. Dengan ekosistem yang kuat, pasar ini dinilainya mampu menarik investasi global untuk mendukung target penurunan emisi. Kebutuhan dana untuk transformasi energi dan industrialisasi hijau, menurutnya, terlalu besar jika hanya mengandalkan anggaran negara.
Oleh karena itu, diperlukan skema pembiayaan inovatif yang dapat menjembatani antara pembangunan ekonomi dan komitmen iklim.
"Pasar karbon harus diposisikan sebagai instrumen pembiayaan yang andal, mengingat potensi Indonesia yang sangat besar untuk menghasilkan kredit karbon yang berkualitas. Dengan ekosistem yang kuat dan kredibel, pasar karbon dapat menarik aliran modal global untuk mendukung penurunan emisi karbon dan transisi energi nasional," jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).
Keunggulan dan Dukungan Regulasi Indonesia
Indonesia dinilai memiliki modal awal yang kuat untuk mengembangkan pasar karbon. Keunggulan komparatif itu, seperti diungkapkan Eddy, berasal dari kekayaan hutan dan mangrove, pengembangan teknologi CCS/CCUS, hingga proyek-proyek pengolahan sampah menjadi energi.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Pimpinan IRGC Tantang AS: Coba Lakukan Invasi Darat, Kami Sudah Siap
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta