BSI Siapkan Rp16 Triliun dan 6.000 ATM untuk Arus Tunai Lebaran

- Selasa, 24 Februari 2026 | 11:20 WIB
BSI Siapkan Rp16 Triliun dan 6.000 ATM untuk Arus Tunai Lebaran

Menjelang Lebaran, urusan uang tunai selalu jadi perhatian. Nah, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) baru saja mengumumkan kesiapannya. Mereka mengalokasikan dana segar hingga Rp16 triliun untuk memastikan likuiditas tetap lancar selama momen Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idulfitri tahun ini.

Angka itu disampaikan langsung oleh Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna. Saat ditemui usai sebuah acara peluncuran di BSI Tower, Jakarta, Anton menjelaskan kesiapan bank.

"Penukaran uang kita siapkan seperti biasa, kalau tidak salah selama Lebaran itu Rp16 triliun," ujarnya.

Dana sebesar itu tentu harus didukung jaringan yang luas. Untuk itu, BSI menyiagakan lebih dari 6.000 unit ATM yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Anton, operasional mesin-mesin ini akan dipantau terus-menerus. Tujuannya jelas: agar semuanya berjalan optimal saat masyarakat ramai-ramai menarik uang.

Lalu, pecahan uang seperti apa yang akan beredar? Bank lebih fokus pada pecahan besar, yakni Rp50.000 dan Rp100.000. Namun begitu, mereka juga punya fleksibilitas. Di lokasi-lokasi tertentu yang membutuhkan, kemungkinan penyediaan pecahan Rp20.000 tetap terbuka.

"...tapi tidak menutup kemungkinan kalau untuk beberapa tempat kita coba cari kemungkinan, mungkin di Rp20.000," tambah Anton.

Di sisi lain, meski libur panjang, manajemen BSI memastikan layanan perbankan tak akan terganggu. Sistem monitoring yang berjalan rutin diharapkan bisa menjaga standar layanan tetap prima.

Kalau dibandingkan tahun lalu, angka persiapannya memang berbeda. Pada 2025, BSI menyiapkan dana yang jauh lebih besar, yakni Rp42,88 triliun. Jumlah itu sendiri sudah naik 14 persen dari tahun sebelumnya.

Waktu itu, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta menyebutkan bahwa penyiapan dana telah mempertimbangkan proyeksi kenaikan pengisian ATM yang cukup signifikan, mencapai 44,58 persen.

"Kami memperkirakan puncak transaksi tunai akan terjadi pada dua pekan terakhir menjelang Hari Raya Idulfitri hingga periode libur selesai," kata Bob dalam kesempatan terpisah.

Jadi, intinya BSI sudah bersiap. Dari sisi jumlah dana, jaringan ATM, hingga pengawasan operasional, semuanya dikerahkan untuk menyambut gelombang transaksi tunai yang biasanya memuncak tepat sebelum hari raya tiba.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar