Mualaf Center Indonesia Jadi Sasaran Intimidasi Warganet Akibat Kasus Sertifikat Mualaf Richard Lee

- Jumat, 08 Mei 2026 | 10:40 WIB
Mualaf Center Indonesia Jadi Sasaran Intimidasi Warganet Akibat Kasus Sertifikat Mualaf Richard Lee

Mualaf Center Indonesia (MCI) mengaku menjadi sasaran amarah warganet di media sosial buntut dari kegaduhan pencabutan sertifikat mualaf dokter Richard Lee. Meskipun tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kasus tersebut, lembaga itu justru menerima berbagai pesan negatif dan tuduhan yang dinilai keliru.

Ketua Umum MCI, Fandy W Gunawan, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak pesan singkat bernada intimidatif melalui akun resmi media sosial. Ia menilai publik salah sasaran karena mengira pelaku pencabutan sertifikat masih menjadi bagian dari pengurus MCI.

“Secara dampak di Mualaf Center Indonesia, kita akhirnya dikaitkan dengan berita itu dan kita lihat di media massa banyak pro dan kontra. Kami merasa perlu memberikan klarifikasi bahwasanya tidak ada keterkaitan dari kejadian kemarin dengan MCI,” ujar Fandy di kantornya kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Fandy tak menampik adanya stigma buruk yang mendadak menyerang lembaganya. Menurut dia, sentimen negatif itu muncul lantaran sebagian masyarakat belum mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

“Mungkin ada stigma atau sentimen-sentimen negatif yang akhirnya mengarah kepada MCI, ya kita dapat DM dan lain sebagainya itu,” katanya.

Bahkan, ia menyebut ada komentar yang cukup ekstrem dari warganet. Beberapa di antaranya menuntut pembubaran MCI dan menuduh lembaga itu sengaja membuat kegaduhan.

“Ada beberapa yang langsung mengatakan bubarkan saja Mualaf Center Indonesia, terus juga mengatakan kami bikin kegaduhan, padahal hal-hal ini tidak dilaksanakan oleh tim MCI,” ujar Fandy.

Ia menegaskan bahwa pihaknya justru baru mengetahui peristiwa tersebut dari pemberitaan media massa dan laporan dari tim di berbagai provinsi. “Insya Allah dari kami pun baru mengetahui masalah ini juga dari media massa dan tim kami di berbagai provinsi mention ke saya,” katanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar