Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menyoroti kematian dokter internship di Jambi, dr. Myta Aprilia Azmi (MAA), dan memastikan pihaknya akan memanggil Kementerian Kesehatan untuk meminta penjelasan resmi atas kasus tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan parlemen terhadap sistem kerja tenaga medis muda yang dinilai memiliki celah serius.
Yahya menyatakan bahwa pemanggilan terhadap Kemenkes akan dilakukan dalam sidang mendatang. “Ya pada sidang ke depan (akan panggil Kemenkes). Akan membahas masalah tersebut dengan Kemenkes,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Dalam kesempatan itu, politisi tersebut menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja dokter internship, terutama menyangkut jam kerja yang kerap melampaui batas wajar. Menurutnya, praktik lembur yang berlebihan tidak hanya mengancam kesehatan tenaga medis, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan.
“Evaluasi menyeluruh terhadap jam kerja dokter internship maksimal 40 jam per minggu. Ini sesuai dengan standar dari WHO bahwa untuk menjaga kesehatan dan kualitas pelayanan dari tenaga medis, maka jam kerja dokter adalah 40 hingga 48 jam per minggu,” kata Yahya.
“Hal ini penting untuk dilakukan karena selama ini fakta yang ada di lapangan, ada dokter internship yang bekerja melebihi batas jam kerja maksimal,” sambungnya.
Sebagai solusi pengawasan, Yahya mengusulkan penerapan absensi digital untuk memantau jam kerja dokter internship secara langsung di lapangan. “Perlu juga dipertimbangkan untuk membuat absensi digital agar dapat memonitoring jam kerja tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pendampingan dari dokter pembimbing kepada dokter internship guna mencegah terjadinya malapraktik. Selain itu, Yahya juga mendorong pemberian insentif tambahan dari pemerintah daerah serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para tenaga medis muda tersebut.
Artikel Terkait
Suzuki Ungkap 8 Tanda Mobil Bekas Pernah Kecelakaan Berat yang Wajib Dicermati Pembeli
Survei: 98 Persen Warga Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, 81 Persen Yakin Akibat Aktivitas Manusia
Wapres Iran Klaim Kemenangan Besar dalam ‘Perang Ramadan’ Lawan AS-Israel
Dudung Terima Dubes Arab Saudi, Bahas Investasi Rp437 Triliun hingga Usulan Bebas Visa