Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per Akhir April 2026

- Jumat, 08 Mei 2026 | 11:40 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per Akhir April 2026

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS, mengalami penurunan dibandingkan posisi pada akhir Februari 2026 yang mencapai 148,2 miliar dolar AS. Penurunan sebesar 2 miliar dolar AS ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari penerimaan pajak dan jasa hingga penerbitan global bond pemerintah yang berlangsung di tengah pembayaran utang luar negeri dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kebijakan stabilisasi tersebut merupakan respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak ekonomi dunia yang masih berlangsung.

"Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).

Meskipun mengalami penurunan, posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini masih berada di atas standar kecukupan internasional yang menetapkan batas aman sekitar tiga bulan impor.

Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa yang ada saat ini masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. Keyakinan ini didasarkan pada proyeksi aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai," ujar Ramdan.

Untuk memperkuat ketahanan eksternal, Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang masih membayangi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar