Fraksi Gerinda Pantau Stok Beras Nasional di Gudang Bulog Cilacap, Sebut Surplus Pangan Mulai Tercapai

- Selasa, 05 Mei 2026 | 11:15 WIB
Fraksi Gerinda Pantau Stok Beras Nasional di Gudang Bulog Cilacap, Sebut Surplus Pangan Mulai Tercapai

Pimpinan Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Novita Wijayanti, turun langsung memantau kondisi stok beras nasional dengan mengunjungi Gudang Bulog Gumilir di Kabupaten Cilacap. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pangan dan keamanan pasokan beras milik pemerintah bagi masyarakat tetap terjaga.

Dalam kunjungan tersebut, Novita menilai bahwa ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan tren yang positif. Ia mengungkapkan bahwa surplus pangan mulai terwujud seiring dengan meningkatnya serapan gabah dari petani serta membaiknya sistem pengelolaan stok.

“Kondisi surplus sudah tercapai. Ini menjadi bukti bahwa langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berjalan dengan baik dan harus terus dipertahankan,” ujar Novita dalam keterangan tertulis pada Selasa (5/5/2026).

Sementara itu, di lokasi gudang, Novita berdialog langsung dengan jajaran Perum Bulog, termasuk Kepala Bulog Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji, Kepala Gudang Bulog Gumilir, dan Kepala Gudang Bulog Cindaga. Dialog tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses penyimpanan dan distribusi pangan berjalan secara optimal.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penyerapan gabah petani dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada petani agar mereka tetap memperoleh keuntungan yang layak.

“Kami memastikan gabah petani dibeli sesuai harga Rp6.500. Setelah itu disimpan di gudang dalam kondisi aman, dilakukan maintenance secara berkala agar kualitas tetap terjaga, tidak rusak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” tuturnya.

Novita juga menyoroti perlunya pengendalian harga di pasaran agar tetap stabil dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan pangan dari hulu ke hilir yang telah dirancang pemerintah harus berjalan dengan baik.

“Harga tertinggi di pasaran harus tetap terkontrol sehingga tidak dimainkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kita meyakini sistem yang dibuat pemerintah dalam mengelola pangan dari hulu ke hilir dapat berjalan dengan baik sehingga swasembada pangan dapat tercapai,” tegasnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen DPR RI bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, mendukung kesejahteraan petani, serta memastikan masyarakat mendapatkan pasokan beras yang aman dan berkualitas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar