Israel menolak rencana Amerika Serikat (AS) untuk rekonstruksi dan perdamaian di Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pasukannya tidak akan mundur dari Gaza, bahkan jika Hamas mematuhi tuntutan pelucutan senjata.
Sementara itu, Hamas menyatakan kembali komitmennya terhadap rancangan yang diajukan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan Board of Peace (BoP) pekan lalu, terutama poin pelucutan senjata milisi Palestina dan penarikan mundur Israel dari Gaza.
Pernyataan Netanyahu disampaikan melalui akun media sosialnya, sebagaimana dilansir AFP. "Mereka yakin soal pelucutan senjata Hamas dan proses demiliterisasi Gaza. Kita tahu itu, mereka menerima draft mereka, tapi kita tidak setuju. Itu bukan draft kami, dan kita sudah menyampaikan tanggapan," ucap Netanyahu.
Pada Rabu (5/8), Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letjen Eyal Zamir, juga menyatakan akan terus melakukan operasi militer secara proaktif di Gaza. "Kami terus memburu mereka yang bertanggung jawab terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023," katanya.
"Di Gaza, kami telah menyerang Hamas secara signifikan, melemahkannya, dan secara fundamental mengubah peta keamanan," ucap Eyal Zamir. Ia menambahkan bahwa operasi militer tersebut merupakan bagian dari perlindungan masyarakat. "Kita berupaya menghilangkan ancaman di setiap situasi, melindungi komunitas dan penduduk, serta melindungi keamanan mereka," ucapnya.
Artikel Terkait
Penolakan Netanyahu terhadap Roadmap Gaza Menguji Relevansi Board of Peace
Netanyahu Tegaskan Israel Belum Setujui Proposal Damai Gaza Versi AS
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Hambat Implementasi Kesepakatan Damai
Netanyahu Samakan Gaza dengan Korea Utara, Sebut Warga Palestina Terisolasi