Pesan Terakhir Hoegeng: Menolak Makam Pahlawan Demi Bersebelahan dengan Istri

- Selasa, 03 Februari 2026 | 17:36 WIB
Pesan Terakhir Hoegeng: Menolak Makam Pahlawan Demi Bersebelahan dengan Istri

Selasa siang (3/2) lalu, dunia kehilangan seorang perempuan tangguh. Meriyanti Roeslani, sang istri dari Kapolri pertama Hoegeng Imam Santoso, berpulang di usia yang menginjak satu abad. Rencananya, Rabu (4/2) ini, ia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kabupaten Bogor. Di sanalah, di samping suaminya, ia akan beristirahat untuk selamanya.

Keputusan untuk dimakamkan di TPBU Giri Tama ini ternyata bukan tanpa cerita. Menurut anak kedua Hoegeng, Aditya S. Hoegeng, ini merupakan salah satu pesan terakhir sang ayah. Padahal, jika melihat jasanya, Hoegeng sebenarnya layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Tapi Hoegeng punya pilihan lain. Ia punya alasan yang sangat personal.

"Justru kenapa Bapak tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan, pesan bapak adalah 'Kalau saya dimakamkan di Makam Pahlawan, Ibumu tidak ada di sebelah saya',"

kata Aditya, menirukan ucapan ayahnya saat ditemui di rumah duka kawasan Pesona Khayangan State, Depok.

"Karena jatahnya kan cuma untuk Almarhum (Hoegeng), Ibu tidak ada jatah. Jadi memang pilihan beliau lah untuk dimakamkan di Tonjong itu,"

tambahnya, menjelaskan alasan di balik pilihan tempat peristirahatan terakhir itu.

Meriyanti meninggal karena faktor usia lanjut dan sakit. Aditya bercerita, ibunya sudah harus berjuang melawan penyakit sejak tahun 2020. Bayangkan, hampir empat tahun ia terbaring.

"Ya, gimana, sakit karena sudah sepuh, cedera parah dari 2020. Bayangin, 6 tahun di tempat tidur,"

ucap Aditya dengan nada haru.

Menjelang wafat, Meriyanti sempat dirawat di rumah sakit sebanyak dua kali. Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka Pesona Khayangan State, Depok, setelah sebelumnya dibawa dari RS Polri. Prosesi pemakaman akan dilangsungkan Rabu ini, mengantarkannya pada pertemuan abadi dengan sang suami tercinta.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar