Di ruang rapat Komisi VIII DPR, Senayan, suasana terasa cukup berat. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memaparkan data bencana untuk tahun 2025. Ternyata, yang paling mendominasi adalah bencana hidrometeorologi basah. Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor masih menjadi ancaman terbesar bagi negeri ini.
Suharyanto hadir dalam rapat kerja itu pada Selasa (3/2) lalu. Angka yang ia sampaikan cukup mencengangkan.
"Di tahun 2025 sendiri dari 2.009 kali bencana hidrometeorologi basah itu ada 1.353 orang meninggal dunia, 183 orang hilang,"
Begitu penjelasannya di hadapan para anggota dewan. Suaranya tegas, menyiratkan urgensi dari masalah yang dihadapi.
Artikel Terkait
Megawati Kenang Hangatnya Tante Meri, Istri Pendamping Hoegeng yang Berpulang
Saudara Abu Ubaidah Serukan: Suriah dan Palestina Satu Bangsa
Pandji Pragiwaksono Dipanggil Polda Metro Jaya untuk Klarifikasi Mens Rea
Bawaslu Diusulkan Jadi Pengadilan Pemilu Pertama, MK Hanya Tempat Banding