Saudara Abu Ubaidah Serukan: Suriah dan Palestina Satu Bangsa

- Selasa, 03 Februari 2026 | 17:20 WIB
Saudara Abu Ubaidah Serukan: Suriah dan Palestina Satu Bangsa

Lewat akun Facebook-nya, Ibrahim al-Kahlout menyuarakan dukungan yang cukup tegas. Dia tak lain adalah saudara dari Abu Ubaidah, sosok juru bicara Brigade Al-Qassam yang namanya sudah tak asing lagi. Dukungan itu ditujukan pada revolusi Suriah dan Presiden Ahmad al-Sharaa.

Kalimat-kalimat yang ditulisnya bukan sekadar basa-basi. Ada doa, ada pesan yang dalam, yang mencerminkan ikatan kuat bukan cuma emosional, tapi juga ideologis antara para pejuang di Gaza dengan tentara Suriah. Ikatan itu sepertinya makin menguat di fase baru pascarevolusi.

Inilah yang dia tulis:

“Semoga Allah mengangkat derajatmu,
menguatkan pasukanmu,
dan meninggikan kedudukanmu.
Seluruh cinta dan dukungan untuk para prajurit Suriah… dari para prajurit Gaza.
Kami hanya berprasangka baik kepada kalian.”

Pesan itu ditutup dengan satu pernyataan singkat tapi sarat makna, menegaskan rasa ukhuwah yang dia maksud:

“Suriah dan Palestina adalah satu bangsa, sepanjang masa.”

Kalau dilihat dari posisinya, pernyataan al-Kahlout ini jelas punya bobot. Dia punya kedekatan simbolik dengan perjuangan Palestina, jadi dukungan moral dan politiknya ke Suriah itu isyarat penting. Intinya, perjuangan rakyat Suriah dan Gaza dianggap satu tarikan napas, tidak terpisah.

Bahkan ada harapan yang lebih jauh: bahwa nanti, giliran pasukan Suriah atau lebih tepatnya Syam yang akan turut membebaskan Palestina. Sejarah, katanya, akan berulang. Begitu Suriah bebas, Palestina akan menyusul.

Alasannya selalu sama: mereka satu bangsa, satu tanah negeri Syam.

Unggahan itu juga disertai sebuah gambar, memperkuat pesan yang disampaikan. Gambar itu tampak seperti cuplikan dari unggahan media sosial, menampilkan teks dukungan yang sama dengan visual yang sederhana namun penuh arti.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar