Wali Kota Yogyakarta Janji Kawal Kasus Penganiayaan di Daycare Little Aresha hingga Tuntas

- Senin, 27 April 2026 | 06:00 WIB
Wali Kota Yogyakarta Janji Kawal Kasus Penganiayaan di Daycare Little Aresha hingga Tuntas
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, angkat bicara. Ia berjanji bakal mengawal kasus dugaan penganiayaan di daycare Little Aresha sampai tuntas. Bukan cuma soal hukum, tapi juga pemulihan psikis anak-anak korban. Komitmen itu disampaikan langsung saat bertemu dengan para orang tua, Minggu petang, 26 April 2026.

Pertemuan itu terasa berat. Suasana haru dan sesak menyelimuti ruangan. Hasto mencoba menenangkan, setidaknya dengan langkah nyata. Kata dia, Pemkot akan segera menerjunkan tim ahli. Fokusnya? Menangani trauma yang membekas di hati anak-anak.

Di sisi lain, ada soal nasib ratusan anak lainnya. Mereka yang sebelumnya dititipkan di Little Aresha, kini harus mencari tempat baru. Pemerintah, menurut Hasto, sudah bergerak. "Langkah awal kami adalah mencarikan daycare yang kredibel dan terpercaya," ujarnya. "Supaya para orang tua bisa kembali bekerja dengan tenang, tanpa rasa takut."

Namun begitu, masalahnya tidak sesederhana itu. Pertemuan strategis itu juga dihadiri perwakilan KPAI dan LPSK. Dua lembaga ini hadir untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi. Juga, mengawal proses hukum terhadap 13 tersangka mulai dari kepala yayasan, kepala sekolah, hingga belasan pengasuh agar berjalan sesuai aturan.

Para orang tua yang hadir tak bisa menyembunyikan keresahan. Trauma mereka dan anak-anaknya begitu dalam. Mereka mendesak pemerintah, minta bantuan hukum dan pendampingan psikologi. Bukan cuma untuk anak, tapi juga untuk mereka sebagai orang tua.

Salah satu perwakilan orang tua, Anto, bicara lantang. "Kami meminta pendampingan psikologi untuk anak-anak dan juga kami sebagai orang tua," katanya. Suaranya bergetar, tapi tegas. "Kami berharap Pemkot memberikan bantuan hukum demi menegakkan keadilan."

Kasus ini bermula dari penggerebekan. Polisi datang Jumat sore, setelah ada laporan orang tua yang curiga. Hasilnya? Fakta memilukan ditemukan. Tiga belas orang langsung ditetapkan sebagai tersangka. Kini, semua mata tertuju pada proses hukum dan pemulihan. Apakah janji Wali Kota benar-benar akan ditepati? Kita tunggu saja.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar