Di ruang rapat Komisi III DPR, Selasa lalu, sorotan tajam diarahkan pada sebuah benda kecil berwarna pink. Anggota DPR dari PKB, Abdullah, dengan nada prihatin membahas maraknya penyalahgunaan "Whip Pink" di kalangan anak muda dalam rapat bersama Badan Narkotika Nasional.
Produk yang mengandung gas nitrous oxide atau gas tertawa itu, menurutnya, adalah contoh betapa kreatifnya modus peredaran narkoba baru. "Tapi di luar itu jenis-jenis narkoba yang masuk itu lebih kreatif dan lebih bermacam-macan caranya," ujarnya.
Yang membuatnya miris, tabung kecil itu bahkan ada yang berlabel halal. Padahal, fungsi aslinya cukup biasa: untuk membuat whipped cream di dapur, atau keperluan teknis di bengkel dan medis. Namun, di tangan yang salah, gas itu dihirup untuk sekadar mencari sensasi 'nge-fly'.
Menurut Abdullah, fenomena ini ironis. Di satu sisi, ia melihat tren positif pada generasi muda.
"Sedangkan dengan gaya hidup anak muda sekarang sudah mengalami pergeseran, Pak, lifestyle-nya biasanya di nightclub sekarang di padel, lari, itu hal positif sebenarnya," tuturnya kepada Kepala BNN, Komjen Suyudi.
Tapi di sisi lain, ancaman justru datang dari hal-hal yang tampak tak berbahaya. Ia lalu bercerita soal temannya yang bertanya pada anak-anak tentang Whip Pink.
"Ada cerita lucu teman-teman tanya anak-anak, ini apa? ‘Ini buat praktikum bikin kue ma’, padahal baru kebongkar ternyata Whip Pink memang betul buat bikin kue, gas ketawa lah tapi baru viral sekarang,"
Karena itu, Abdullah mendesak BNN untuk lebih serius. Ia mendukung penambahan anggaran pada 2026 nanti untuk menangani masalah ini secara mendalam. Baginya, ini soal pertahanan bangsa.
"Ketika butuh anggaran pegangannya harus jelas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, saya mewakili PKB sangat mendorong apalagi anggaran hanya segini kalau bisa lebihin lagi, Pak," tekan Abdullah.
"Karena memang secara sistematis generasi muda kita lagi diserang men-downgrade kecerdasan bangsa dengan narkoba," tambahnya, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton
Presiden Prabowo Terima Laporan Reformasi Polri, Instruksikan Perubahan Bertahap hingga 2029