Borneo FC lagi-lagi jadi pusat perhatian. Kali ini, kabar yang beredar cukup mengejutkan: mereka dikabarkan siap melepas salah satu bintang andalannya, Mariano Peralta. Kalau benar terjadi, perpindahan winger asal Argentina ini bukan main-main bisa jadi rekor transfer termahal dalam catatan klub Samarinda itu akan tercipta.
Nilai pasarnya melonjak drastis. Menurut data Transfermarkt, angka itu sudah menembus Rp10,43 miliar. Fantastis! Posisinya pun kini termasuk yang paling tinggi di antara pemain Liga 1. Wajar sih, performanya musim ini memang luar biasa.
Motor Serangan yang Tak Pernah Lelah
Di usia 27 tahun, Mariano Peralta sedang berada di puncak kariernya. Ia bukan sekadar pencetak gol. Pemain ini adalah motor serangan Borneo FC, yang piawai membuka ruang dan menciptakan peluang bagi kawan-kawannya.
Sejak direkrut Agustus 2024 lalu, dampaknya langsung terasa. Musim 2025/2026 ini, dari 19 laga ia sudah mengemas 10 gol dan 8 assist. Angka yang impresif.
Yang menarik, Peralta hampir selalu tampil penuh 90 menit. Hanya sekali ia ditarik di menit akhir. Lima kali meraih gelar Man of the Match juga bukti nyata betapa krusial perannya.
Strategi Klub: Jual di Puncak
Bagi suporter, kabar pelepasan Peralta tentu mengecewakan. Tapi, bagi manajemen Borneo FC, ini bukan hal baru. Mereka punya pola yang jelas: jual pemain saat harganya sedang mahal-mahalnya.
Contohnya Matheus Pato, yang dilepas ke klub luar negeri di tengah performa gemilang. Belum lama ini, Joel Vinicius juga pindah ke Arema FC dengan nilai yang menguntungkan.
Strategi ini dianggap sebagai langkah cerdas untuk menjaga keuangan klub tetap sehat, sekaligus memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang.
Rekor Baru di Ambang Pintu?
Kalau transfer Peralta benar-benar terjadi dengan angka Rp10,43 miliar, transaksi ini berpotensi memecahkan rekor di Liga 1. Bisa jadi ini akan jadi tolok ukur baru untuk nilai pemain bintang di Indonesia.
Memang ada risikonya. Melepas pemain kunci di tengah persaingan ketat tentu berbahaya untuk target juara. Namun begitu, pihak klub tampaknya melihat ini sebagai keputusan bisnis yang masuk akal. Mereka percaya stabilitas finansial jangka panjang tak kalah penting dari trofi.
Mau ke Mana Peralta?
Soal klub tujuan, masih simpang siur. Belum ada pernyataan resmi dari mana pun. Tapi, rumor berkembang pesat. Kabarnya, ia kemungkinan besar tetap di Liga 1.
Dua raksasa, Persib Bandung dan Persija Jakarta, disebut-sebut paling berminat. Wajar saja, mereka adalah rival langsung Borneo di papan atas.
Faktor lain yang memperumit atau mempermudah negosiasi adalah status kontrak Peralta yang akan berakhir akhir musim ini. Situasi ini pasti akan jadi bahan perbincangan panas di dunia sepak bola nasional dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
Pembalap Muda Indonesia Sabian Fathul Ilmi Juarai Seri Kedua Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pasifik di Australia
Simeone Akui Arsenal Pantas ke Final Usai Atletico Madrid Tersingkir di Semifinal Liga Champions
Bayern Munchen Vs PSG: Laga Hidup Mati Perebutkan Tiket Final Liga Champions
Timnas U-17 Indonesia Fokus ke Laga Lawan Qatar usai Kalahkan China, Pelatih Ingatkan Jangan Terlena