Bibit badai yang sempat menggelisahkan, 91S di Samudera Hindia selatan NTB, kini telah resmi menguat menjadi Siklon Tropis bernama Luana. Laporan ini datang dari Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta BMKG. Menurut pantauan, siklon ini kini bergerak menjauh, tepatnya menuju daratan Dampier Peninsula di Australia Barat.
Namun begitu, jejak cuaca buruknya sempat terasa. Saat sistem siklonik itu masih berkutat di perairan NTB, BMKG bahkan sempat mengeluarkan peringatan zona merah untuk pelayaran. Alasannya, gelombang laut bisa mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan, antara 4 hingga 6 meter. Kini situasi sudah jauh lebih tenang. Gelombang di perairan NTB rata-rata tinggal 1,25 sampai 2,5 meter.
“Hanya Samudera Hindia selatan NTB yang berpotensi gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter,” jelas Anggi Dewita, Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB.
Dia menambahkan, dampak tidak langsung ke NTB memang semakin melemah seiring menjauhnya badai. Angin maksimum di wilayahnya tercatat sekitar 45 kilometer per jam, berhembus dari arah barat daya hingga barat laut.
Untuk detailnya, gelombang kategori sedang (1,25-2,5 meter) diprediksi terjadi di sejumlah selat seperti Lombok dan Alas, juga perairan utara Sumbawa serta Selat Sape bagian selatan. Sementara itu, Selat Sape bagian utara diperkirakan hanya mengalami gelombang rendah, sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
Artikel Terkait
Bamsoet Usulkan Empat Jalan Konstitusional untuk Haluan Negara
Banjir Bandang Hancurkan Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan di Wisata Guci
Malam Mencekam di Purbalingga: Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Rumah Warga
Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia, Ungkap Modus Proyek Fiktif