TNI Selidiki Dugaan Perampasan Senjata dalam Serangan Mematikan di Nabire

- Rabu, 25 Februari 2026 | 15:50 WIB
TNI Selidiki Dugaan Perampasan Senjata dalam Serangan Mematikan di Nabire

PAPUA – Informasi soal senjata yang diduga dirampas dalam insiden berdarah di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, masih dalam penelusuran TNI. Peristiwa yang terjadi Sabtu, 21 Februari 2026 itu memang merenggut nyawa dan memicu keprihatinan mendalam. Menurut keterangan yang beredar, kelompok bersenjata kabur membawa sejumlah inventaris keamanan, termasuk satu pucuk pistol G2 Combat beserta magazen dan sepuluh butir amunisi kaliber 9 mm.

Namun begitu, pihak militer belum bisa memastikan kebenaran kabar perampasan itu. “Saat ini masih dilakukan investigasi oleh Kodam XVII/Cenderawasih untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, Rabu (25/2/2026).

Tri Purwanto juga meluruskan satu hal penting. Lokasi yang diserang dan dibakar bukanlah pos TNI, melainkan Pos Keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL).

Dua nyawa melayang dalam serangan itu. Korban pertama adalah Serda Hamdani, anggota Deninteldam XVII/Cen yang sedang bertugas Monitoring Wilayah di Nabire. Korban kedua adalah Aksay Sandika Moho, karyawan PT KEL. Keduanya tewas dalam aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya.

“Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ujar Tri.

Proses identifikasi korban pun berjalan. Salah satu jenazah telah dikenali keluarganya berkat tanda khusus di bagian mulut. Sementara jenazah Serda Hamdani telah diberangkatkan pada 23 Februari 2026 ke kampung halamannya di Maros, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

“Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” pungkasnya.

Di tengah suasana duka, aparat keamanan tak tinggal diam. Mereka terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di sejumlah titik rawan. Operasi pemburuan terhadap para pelaku juga digencarkan, demi menjaga stabilitas dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar